Liena Aifen – berbagi info, tips, motivasi dan bisnis online
Samuel Sekuritas Indonesia
www.LienaAifen.com Page Rank
Contact Liena Aifen
RSS BBC Indonesia
Umum

Dampak Buruk Mencabut Uban

Dampak Buruk Mencabut UbanUban kini bukan hanya masalah orang tua. Perempuan dan laki-laki berusia di bawah 25 tahun juga mulai bermasalah dengan uban.

 

Begitu melihat sehelai rambut putih, boleh jadi Anda refleks mencabutnya lantaran mengganggu kecantikan rambut hitam Anda. Kebiasaan ini sebaiknya segera Anda hentikan, dan jangan pernah menularkannya kepada orang lain. Mencabut uban punya banyak dampak buruk, tak hanya terhadap rambut.

 

Dermatolog, dr Farmanina Santoso, mengatakan bahwa rambut di kepala tumbuh di bawah kulit yang banyak terdapat saraf di dalamnya. Hal itu termasuk rambut putih yang tumbuh karena berbagai faktor, seperti keturunan, gaya hidup, juga stres.

 

Oleh karenanya, lanjut dr Nina (sapaan akrab dr Farmanina Santoso), mencabut uban akan mengganggu saraf. Akibatnya, sinyal saraf untuk memproduksi warna rambut akan terganggu. "Pertumbuhan dan warna rambut juga akan terganggu karena mencabut uban," ujarnya.

 

Ia juga menjelaskan, pertumbuhan rambut terbagi dalam tiga fase, yakni fase pertumbuhan atau anagen yang membutuhkan waktu 2-6 tahun. Selanjutnya fase kotagen selama 3-6 minggu. Kemudian fase telogen, yaitu masa ketika rambut telah tumbuh dan terus memanjang hingga akhirnya rontok. Setelah melewati fase ketiga ini, rambut memulai kembali fase pertumbuhannya dari tahap pertama tadi.

 

Rambut, secara alami, akan melalui proses perontokan. Uban juga lama-kelamaan akan rontok. Jadi, biarkan saja rambut berproses secara alami, dan jangan pernah dipaksa dengan mencabutnya.

 

"Mencabut uban juga mengakibatkan sering pusing. Selain itu, rambut juga tidak tumbuh karena folikel yang rusak," ucapnya.

 

sumber: kompas.com

VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0 (from 0 votes)

Tagged , , , , , ,

 Liena Aifen Tracking Visitor
My Tweets
eXTReMe Tracker