<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Liena Aifen - berbagi info, tips, motivasi dan bisnis online &#187; multitasking</title>
	<atom:link href="http://www.lienaaifen.com/tag/multitasking/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lienaaifen.com</link>
	<description>Berbagi info, tips, motivasi dan bisnis online dari rumah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 09:37:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>&#8216;Multitasking&#8217; Tak Selamanya Baik</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/umum/multitasking-tak-selamanya-baik/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/umum/multitasking-tak-selamanya-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 21:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[grid]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[konsentrasi]]></category>
		<category><![CDATA[lemot]]></category>
		<category><![CDATA[memperlambat pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[multitasking]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[tidak baik]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=6128</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan selalu disebut lebih hebat daripada pria, antara lain, karena memiliki kemampuan multitasking. Di rumah, misalnya, Anda bisa mencuci pakaian sambil memasak dan menonton televisi. Atau mengerjakan laporan, mengasuh anak, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="'Multitasking' Tak Selamanya Baik" class="alignleft size-full wp-image-6140" height="152" ilo-full-src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2011/11/Multitasking-Tak-Selamanya-Baik-e1320923270629.jpg" ilo-ph-fix="fixed" src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2011/11/Multitasking-Tak-Selamanya-Baik-e1320923270629.jpg" title="'Multitasking' Tak Selamanya Baik" width="200" />Perempuan selalu disebut lebih hebat daripada pria, antara lain, karena memiliki kemampuan <a href="http://www.lienaaifen.com/umum/multitasking-woman/">multitasking</a>. Di rumah, misalnya, Anda bisa mencuci pakaian sambil memasak dan menonton televisi. Atau mengerjakan laporan, mengasuh anak, sambil sesekali menghubungi kolega Anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, multitasking ternyata tidak selamanya baik. Tak usahlah kita berbicara mengenai mengemudi sambil menelepon atau mengirim SMS. Multitasking dalam taraf yang ringan pun, seperti menelepon teman sambil mengirim e-mail ke klien, ternyata tidak seefisien seperti yang kita yakini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagaimanapun juga, <a href="http://www.lienaaifen.com/kesehatan/manfaat-buku-untuk-kesehatan-otak/">otak</a> kita memiliki batasan-batasan kognitif, demikian menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal sains NeuroImage. Kita boleh saja berpikir bahwa kita mampu melakukan dua hal dalam waktu bersamaan, namun otak kita ternyata berusaha keras memahami dua aktivitas tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kita juga menjadi kurang efisien setelah kita menutup e-mail sekaligus mematikan <a href="http://www.lienaaifen.com/kesehatan/awas-ponsel-bikin-leher-bermasalah/">ponsel</a>. Dalam eksperimen yang diadakan <em>Stanford University</em>, sekelompok mahasiswa diminta untuk menghabiskan 30 menit secara simultan untuk mengompilasi playlist musik, chatting, dan menulis sebuah tulisan pendek. Kelompok kedua berfokus pada masing-masing aktivitas tersebut, masing-masing selama 10 menit. Setelah itu, mereka diberi tes memori. Dari eksperimen ini terbukti, singletasker secara signifikan bekerja lebih baik daripada para multitasker.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&quot;Sejumlah bukti yang hebat menunjukkan bahwa otak bekerja lebih baik ketika melakukan tugas dalam sekuens daripada mengerjakan seluruhnya bersamaan,&quot; kata Clifford Nass, PhD, profesor bidang komunikasi di<em> Stanford University</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, konsentrasi Anda akan terpecah setiap kali Anda mengubah aktivitas. Timnya belum tahu apa pengaruh jangka panjang dari tindakan multitasking yang kronis, namun bahwa multitasking memberi pengaruh buruk pada kita, tak perlu dipertanyakan lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Amanda A McGowan, pakar akupunktur dan praktisi medis China yang berspesialisasi di bidang kelainan yang berhubungan dengan stres, sepakat dengan hasil penelitian ini. Banyak dari pasiennya yang mengeluhkan kelelahan sebenarnya menderita pengaruh dari distraksi mental dan <em>overextension</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&quot;Multitasking kan sudah lama diperkirakan memperlambat dan mencederai pikiran,&quot; ungkapnya. &quot;Mereka yang mempraktikkan pengobatan China juga yakin bahwa multitasking bisa mencederai tubuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&quot;Meskipun demikian, masih mungkin untuk memperbaiki kemampuan Anda untuk <a href="http://www.lienaaifen.com/kesehatan/makanan-yang-meningkatkan-konsentrasi/">berkonsentrasi</a>. Ada beberapa cara untuk melakukannya, antara lain, dengan berlatih yoga, akupunktur, atau berkonsultasi pada pakar manajemen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><span style="font-size:10px;"><br />
	sumber: kompas.com<br />
	</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/umum/multitasking-tak-selamanya-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Multitasking Woman</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/umum/multitasking-woman/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/umum/multitasking-woman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 10:44:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[multitasking]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Multitasking alias doyan mengerjakan banyak hal sekaligus memiliki dua sisi yang berbeda. Positifnya multitasking menghemat waktu dan negatifnya pekerjaan jadi tidak fokus. Tapi jika lama-lama otak diporsir untuk multitasking akan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="multi tasking woman" class="alignleft size-medium wp-image-44" height="300" src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2010/12/multi-tasking-woman-229x300.jpg" title="multi tasking woman" width="229" /></p>
<p><a href="http://www.lienaaifen.com/tag/multitasking"><strong>Multitasking</strong></a> alias doyan mengerjakan banyak hal sekaligus memiliki dua sisi yang berbeda. Positifnya multitasking menghemat waktu dan negatifnya pekerjaan jadi tidak fokus. Tapi jika lama-lama otak diporsir untuk multitasking akan memicu stres. Pintar-pintarlah mengelola kebiasaan <a href="http://www.lienaaifen.com/2009/10/09/multitasking-woman"><strong>multitasking.</strong></a></p>
<p>	<strong>Sambil menyelam minum air.</strong> Mungkin itu pepatah yang cocok untuk orang yang punya kebiasaan mengerjakan banyak hal dalam satu waktu atau multitasking. Kebiasaan itu ternyata bisa dihentikan dan stres pun dapat berkurang. Caranya?<br />
	<strong><br />
	Multitasking</strong> adalah kegiatan melakukan banyak hal dalam satu waktu sekaligus, seperti chating sambil menelepon, browsing, baca buku, makan lainnya. Sikap seperti itu menurut peneliti ternyata bisa memperlambat dan melemahkan fungsi otak karena otak menjadi tidak fokus dalam bekerja atau melakukan sesuatu, bahkan bisa menimbulkan stres.</p>
<p>	Dikutip dari <em>Health</em>, Kamis (8/10/2009), Robert Meck, seorang motivator dan pengarang buku &#39;Happiness From the Inside Out&#39; membagi 4 cara yang bisa menghilangkan kebiasaan (multitasking) tersebut, yang secara tidak langsung akan menguransi stres.<br />
	<strong><br />
	</strong><strong>1. Rencanakan liburan</strong><br />
	Memiliki rencana untuk liburan akan membuat Anda terfokus melakukan sesuatu atau menyelesaikan pekerjaan. Dengan berencana, Anda akan terdorong untuk menyelesaikan sesuatu dengan maksimal karena Anda tahu setelah bersusah payah melakukan hal itu Anda punya banyak waktu untuk liburan dan bersenang-senang. Jadi lebih cepat pekerjaan selesai, lebih cepat Ana menikmati waktu bersantai dan hal itu akan mengurangi stres. Selain itu, dengan berencana, otak Anda pun akan terangsang untuk lebih kreatif dan itu bagus untuk menghilangkan pemikiran multitasking di otak Anda.</p>
<p>	<strong>2. Berhenti berpikir sejenak</strong><br />
	Daripada terus mengerjakan pekerjaan yang masih menumpuk dan tidak kunjung selesai, ada baiknya tidur siang dulu sejenak. Luangkan waktu minimal 15 menit untuk tidur dan pejamkan mata sebentar di tengah-tengah kesibukan Anda bekerja. Jika Anda punya waktu lebih, coba duduk-duduk santai di taman dan lihatlah pemandangan yang hijau-hijau. Melakukan sesuatu yang menyenangkan dan menghentikan pikiran sejenak bisa membuat Anda melupakan sikap multitasking dan mengurangi stres.</p>
<p>	<strong>3. Paksa lakukan kebiasaan sehat</strong><br />
	Bagi orang yang punya sikap multitasking, sepertinya hampir tidak ada waktu untuk melakukan kegiatan yang menyehatkan. Mereka akan terbawa arus kegiatan dan merasa waktu berlalu begitu cepat. Kebiasaan itu tentu saja akan mempengaruhi kesehatan. Anda jadi tidak punya waktu untuk makan, apalagi olahraga. Untuk itu, hal paling dasa yang harus Anda lakukan untuk menghilangkan kebiasaan itu adalan dengan memaksakan diri. Cobalah pergi ke luar dan nikmati waktu ketika berolahraga, berkebun atau hanya jalan-jalan di taman.<br />
	<strong><br />
	4. Bernafas lambat dan teratur</strong><br />
	Merasa terbebani dengan banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan? Cobalah bernafas dengan lambat dan teratur, buang perlahan-lahan dan pertahankan irama tersebut selama kurang lebih 5 menit dan stres pun akan berkurang. Merasa stres artinya pikiran sedang tidak fokus, dan sikap multitasking hanya akan membuat Andalebih stres. Tapi dengan melambatkan nafas dan mendapatkan ketenangan pikiran, Anda pun akan berpikir lebih efisien dan juga lebih bahagia.</p>
<p><em>( Sumber www.detik.com)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/umum/multitasking-woman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: www.lienaaifen.com @ 2012-02-08 20:14:01 -->
