Liena Aifen – berbagi info, tips, motivasi dan bisnis online
Samuel Sekuritas Indonesia
www.LienaAifen.com Page Rank
Contact Liena Aifen
RSS BBC Indonesia
Tag Archives

Ternyata Multitasking Bikin Puas dan Ketagihan

Ternyata Multitasking Bikin Puas dan KetagihanTelah lama kita ketahui bahwa multitasking atau melakukan beberapa aktivitas dalam satu waktu akan menyebabkan kualitas pekerjaan kita menjadi tak maksimal. Namun banyak diantara kita yang masih saja melakukannya.

Sebuah studi di Ohio State University, Columbus telah menemukan jawabannya. Menurut peneliti, hal ini karena multitasking telah menjadi kebiasaan, bahkan membuat pelakunya merasakan kepuasan sehingga kita akan terdorong untuk terus melakukannya.

Read more →

VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0 (from 0 votes)

“WOMEN”, Kekuatan Dalam Diri Perempuan

"WOMEN", Kekuatan Dalam Diri PerempuanPerempuan itu tangguh, secara alami tumbuh sebagai pribadi yang multitasking, dan karena itulah perempuan bisa bertahan di kemudian hari. Terbukti, saat krisis ekonomi dunia pada 2008 silam, kaum hawalah yang membuatnya bangkit, dengan mempertahankan stabilitas ekonomi keluarga.

Perekonomian yang didorong oleh perempuan di seluruh dunia, bahkan lebih tinggi nilainya dibandingkan ekonomi India dan Cina jika digabungkan. Entrepreneurship perempuan di Eropa dan Amerika terbukti menyelamatkan keluarga dan perekonomian saat krisis 2008 lalu.

Read more →

VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: +1 (from 1 vote)

‘Multitasking’ Tak Selamanya Baik

'Multitasking' Tak Selamanya BaikPerempuan selalu disebut lebih hebat daripada pria, antara lain, karena memiliki kemampuan multitasking. Di rumah, misalnya, Anda bisa mencuci pakaian sambil memasak dan menonton televisi. Atau mengerjakan laporan, mengasuh anak, sambil sesekali menghubungi kolega Anda.

 

Namun, multitasking ternyata tidak selamanya baik. Tak usahlah kita berbicara mengenai mengemudi sambil menelepon atau mengirim SMS. Multitasking dalam taraf yang ringan pun, seperti menelepon teman sambil mengirim e-mail ke klien, ternyata tidak seefisien seperti yang kita yakini.

 

Bagaimanapun juga, otak kita memiliki batasan-batasan kognitif, demikian menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal sains NeuroImage. Kita boleh saja berpikir bahwa kita mampu melakukan dua hal dalam waktu bersamaan, namun otak kita ternyata berusaha keras memahami dua aktivitas tersebut.

 

Kita juga menjadi kurang efisien setelah kita menutup e-mail sekaligus mematikan ponsel. Dalam eksperimen yang diadakan Stanford University, sekelompok mahasiswa diminta untuk menghabiskan 30 menit secara simultan untuk mengompilasi playlist musik, chatting, dan menulis sebuah tulisan pendek. Kelompok kedua berfokus pada masing-masing aktivitas tersebut, masing-masing selama 10 menit. Setelah itu, mereka diberi tes memori. Dari eksperimen ini terbukti, singletasker secara signifikan bekerja lebih baik daripada para multitasker.

 

"Sejumlah bukti yang hebat menunjukkan bahwa otak bekerja lebih baik ketika melakukan tugas dalam sekuens daripada mengerjakan seluruhnya bersamaan," kata Clifford Nass, PhD, profesor bidang komunikasi di Stanford University.

 

Menurutnya, konsentrasi Anda akan terpecah setiap kali Anda mengubah aktivitas. Timnya belum tahu apa pengaruh jangka panjang dari tindakan multitasking yang kronis, namun bahwa multitasking memberi pengaruh buruk pada kita, tak perlu dipertanyakan lagi.

 

Sementara itu, Amanda A McGowan, pakar akupunktur dan praktisi medis China yang berspesialisasi di bidang kelainan yang berhubungan dengan stres, sepakat dengan hasil penelitian ini. Banyak dari pasiennya yang mengeluhkan kelelahan sebenarnya menderita pengaruh dari distraksi mental dan overextension.

 

"Multitasking kan sudah lama diperkirakan memperlambat dan mencederai pikiran," ungkapnya. "Mereka yang mempraktikkan pengobatan China juga yakin bahwa multitasking bisa mencederai tubuh.

 

"Meskipun demikian, masih mungkin untuk memperbaiki kemampuan Anda untuk berkonsentrasi. Ada beberapa cara untuk melakukannya, antara lain, dengan berlatih yoga, akupunktur, atau berkonsultasi pada pakar manajemen.

 


sumber: kompas.com

VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0 (from 0 votes)

Multitasking Woman

multi tasking woman

Multitasking alias doyan mengerjakan banyak hal sekaligus memiliki dua sisi yang berbeda. Positifnya multitasking menghemat waktu dan negatifnya pekerjaan jadi tidak fokus. Tapi jika lama-lama otak diporsir untuk multitasking akan memicu stres. Pintar-pintarlah mengelola kebiasaan multitasking.

Sambil menyelam minum air. Mungkin itu pepatah yang cocok untuk orang yang punya kebiasaan mengerjakan banyak hal dalam satu waktu atau multitasking. Kebiasaan itu ternyata bisa dihentikan dan stres pun dapat berkurang. Caranya?

Multitasking
adalah kegiatan melakukan banyak hal dalam satu waktu sekaligus, seperti chating sambil menelepon, browsing, baca buku, makan lainnya. Sikap seperti itu menurut peneliti ternyata bisa memperlambat dan melemahkan fungsi otak karena otak menjadi tidak fokus dalam bekerja atau melakukan sesuatu, bahkan bisa menimbulkan stres.

Dikutip dari Health, Kamis (8/10/2009), Robert Meck, seorang motivator dan pengarang buku 'Happiness From the Inside Out' membagi 4 cara yang bisa menghilangkan kebiasaan (multitasking) tersebut, yang secara tidak langsung akan menguransi stres.

1. Rencanakan liburan
Memiliki rencana untuk liburan akan membuat Anda terfokus melakukan sesuatu atau menyelesaikan pekerjaan. Dengan berencana, Anda akan terdorong untuk menyelesaikan sesuatu dengan maksimal karena Anda tahu setelah bersusah payah melakukan hal itu Anda punya banyak waktu untuk liburan dan bersenang-senang. Jadi lebih cepat pekerjaan selesai, lebih cepat Ana menikmati waktu bersantai dan hal itu akan mengurangi stres. Selain itu, dengan berencana, otak Anda pun akan terangsang untuk lebih kreatif dan itu bagus untuk menghilangkan pemikiran multitasking di otak Anda.

2. Berhenti berpikir sejenak
Daripada terus mengerjakan pekerjaan yang masih menumpuk dan tidak kunjung selesai, ada baiknya tidur siang dulu sejenak. Luangkan waktu minimal 15 menit untuk tidur dan pejamkan mata sebentar di tengah-tengah kesibukan Anda bekerja. Jika Anda punya waktu lebih, coba duduk-duduk santai di taman dan lihatlah pemandangan yang hijau-hijau. Melakukan sesuatu yang menyenangkan dan menghentikan pikiran sejenak bisa membuat Anda melupakan sikap multitasking dan mengurangi stres.

3. Paksa lakukan kebiasaan sehat
Bagi orang yang punya sikap multitasking, sepertinya hampir tidak ada waktu untuk melakukan kegiatan yang menyehatkan. Mereka akan terbawa arus kegiatan dan merasa waktu berlalu begitu cepat. Kebiasaan itu tentu saja akan mempengaruhi kesehatan. Anda jadi tidak punya waktu untuk makan, apalagi olahraga. Untuk itu, hal paling dasa yang harus Anda lakukan untuk menghilangkan kebiasaan itu adalan dengan memaksakan diri. Cobalah pergi ke luar dan nikmati waktu ketika berolahraga, berkebun atau hanya jalan-jalan di taman.

4. Bernafas lambat dan teratur

Merasa terbebani dengan banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan? Cobalah bernafas dengan lambat dan teratur, buang perlahan-lahan dan pertahankan irama tersebut selama kurang lebih 5 menit dan stres pun akan berkurang. Merasa stres artinya pikiran sedang tidak fokus, dan sikap multitasking hanya akan membuat Andalebih stres. Tapi dengan melambatkan nafas dan mendapatkan ketenangan pikiran, Anda pun akan berpikir lebih efisien dan juga lebih bahagia.

( Sumber www.detik.com)

VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0 (from 0 votes)
 Liena Aifen Tracking Visitor
My Tweets
eXTReMe Tracker