<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Oriflame Indonesia Liena Aifen Independent Beauty Consultant &#187; motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.lienaaifen.com/tag/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lienaaifen.com</link>
	<description>natural swedish cosmetics</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 09:08:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Yakinlah Anda Bisa</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/2010/07/yakinlah-anda-bisa/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/2010/07/yakinlah-anda-bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 09:08:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[berjalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=1836</guid>
		<description><![CDATA[Ingatlah ketika Anda masih kecil, dan mencoba belajar berjalan.&#160; saya yakin Anda mengalami seperti ini:
	Pertama Anda harus belajar untuk berdiri. Sebuah proses yang melibatkan seluruh tubuh, jatuh lalu kembali berdiri. Anda kadang tertawa serta tersenyum, tapi dilain waktu anda menangis dan meringis karena sakit. Entah, seperti ada tekad dan keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="belajar_berjalan" class="alignleft size-full wp-image-1837" height="322" src="http://www.lienaaifen.com/wp-content/uploads/2010/07/belajar_berjalan.jpg" style="width: 214px; height: 322px;" title="belajar_berjalan" width="214" />Ingatlah ketika Anda masih kecil, dan mencoba belajar berjalan.&nbsp; saya yakin Anda mengalami seperti ini:</p>
<p>	<strong>Pertama Anda harus belajar untuk berdiri</strong>. Sebuah proses yang melibatkan seluruh tubuh, jatuh lalu kembali berdiri. Anda kadang tertawa serta tersenyum, tapi dilain waktu anda menangis dan meringis karena sakit. Entah, seperti ada tekad dan keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda akan berhasil, apa pun dan bagaimanapun. Anda punya motivasi dalam diri Anda</p>
<p>	Setelah banyak berlatih akhirnya Anda mengerti bagaimana keseimbangan diri Anda, sebuah persyaratan untuk kejenjang berikutnya. Anda menikmatinya dan seolah-olah punya kekuatan baru, punya motivasi baru. Anda akan berdiri dimana Anda suka &ndash; di tempat Anda, di sofa, di pangkuan ibu Anda, Bapak anda, atau pun seseorang. Itu adalah waktu yang menggembirakan &ndash; Anda melakukannya! Anda dapat mengontrol diri Anda. Anda tersenyum dan tertawa lucu, puas akan keberhasilan Anda.&nbsp; <span id="more-1836"></span>Sekarang &ndash; langkah berikutnya &ndash; berjalan. Anda melihat orang lain melakukannya &ndash; ini keliatannya tidak terlalu sulit &ndash; hanya memindahkan kaki Anda saat Anda berdiri, kan?</p>
<p>	Salah &ndash; ternyata lebih kompleks daripada yang Anda bayangkan. Anda berurusan dengan rasa frustasi. Tapi Anda terus mencoba, mencoba lagi dan mencoba lagi dan lagi sampai Anda tahu bagaimana berjalan. Anda selalu ingin kedua tangan anda diberi pegangan saat berjalan.</p>
<p>	Jika orang melihat Anda berjalan, mereka akan bertepuk tangan, mereka tertawa, mereka akan memberi semangat, &ldquo;Ya Tuhan, lihatlah apa yang dia lakukan&rdquo;. &ldquo;Oh anakku sudah bisa berdiri&rdquo;. &ldquo;pandainya anakku, pintarnya anakku&rdquo; dan lain-lain. Dorongan ini memicu Anda, dorongan itu menambah rasa percaya diri Anda. Dorongan itu memotivasi Anda</p>
<p>	Namun meski begitu, Andapun mencoba berjalan saat tak ada yang melihat Anda, saat tak ada yang bersorak-sorai? Setiap peluang ada, Anda berlatih untuk berjalan.&nbsp; Anda tidak bisa menunggu seseorang untuk memotivasi Anda untuk mengambil langkah-langkah berikutnya. Anda belajar bagaimana untuk memotivasi diri sendiri.</p>
<p>	Jika kita bisa mengingat hal ini tentang diri kita di hari ini.</p>
<p>	Ingat bahwa kita bisa melakukan apapun yang kita pikiran. Kita mampu mengatur jika kita mau dan bersedia melewati proses, seperti ketika kita belajar berdiri, seperti ketika kita belajar berjalan. Kita tidak perlu menunggu orang lain untuk memotivasi kita, kita perlu memotivasi diri kita sendiri.</p>
<p>	Jika Anda sudah lupa bagaimana melakukan hal ini, atau merasa seperti beku, kaku dan gamang. Maka Anda membutuhkan motivasi, ambillah kembali perjalanan singkat dalam hidup Anda yang telah lewat &ndash; Lihatlah prestasi Anda, tidak peduli prestasi besar atau prestasi kecil &ndash; atau saat-saat dimana Anda bertemu dengan tantangan dan menemukan cara untuk berhasil. Ulanglah keberhasilan itu saat ini, saat anda menghadapi permasalahan yang sedang anda hadapi.</p>
<p>	Fokus pada semua hal yang Anda pikir Anda tidak bisa lakukan, kemudian lakukanlah. Lihatlah buah hati anda. Mereka tidak pernah menyerah. Dan mereka yakin serta percaya terhadap anda, bahwa anda mampu dan bisa.&nbsp; Mereka percaya di dalam semua kehidupan Anda!</p>
<p>	Sekarang Anda harus percaya pada diri Anda! Yakinkan pada hati Anda bahwa Anda pasti bisa.<br />
	<strong><br />
	Ingat, hari ini adalah hari terbaik dalam hidup Anda, milikilah masa depan yang indah, dengan membuat perubahan hari ini!</strong><br />
	&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 10px;"><em>sumber : www.resensi.net<br />
	</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/2010/07/yakinlah-anda-bisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cangkir Yang Cantik</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/2010/07/cangkir-yang-cantik/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/2010/07/cangkir-yang-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 06:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cangkir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=1823</guid>
		<description><![CDATA[Sepasang&#160; kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. &#8220;Lihat&#160; cangkir&#160; itu,&#8221;&#160; kata&#160; si nenek kepada suaminya. &#8220;Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,&#8221; ujar si kakek.
	Saat&#160; mereka&#160; mendekati&#160; cangkir&#160; itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara &#8220;Terima&#160; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="cangkir" class="alignleft size-full wp-image-1824" height="241" src="http://www.lienaaifen.com/wp-content/uploads/2010/07/cangkir.jpg" style="width: 265px; height: 241px;" title="cangkir" width="265" />Sepasang&nbsp; kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. &ldquo;Lihat&nbsp; cangkir&nbsp; itu,&rdquo;&nbsp; kata&nbsp; si nenek kepada suaminya. &ldquo;Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,&rdquo; ujar si kakek.</p>
<p>	Saat&nbsp; mereka&nbsp; mendekati&nbsp; cangkir&nbsp; itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara &ldquo;Terima&nbsp; kasih&nbsp; untuk&nbsp; perhatiannya,&nbsp; perlu&nbsp; diketahui&nbsp; bahwa&nbsp; aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok&nbsp; tanah liat yang&nbsp; tidak&nbsp; berguna.&nbsp; Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.<span id="more-1823"></span></p>
<p>	Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop&nbsp; ! Aku berteriak,&nbsp; Tetapi&nbsp; orang&nbsp; itu&nbsp; berkata&nbsp; &ldquo;belum&nbsp; !&rdquo;&nbsp; lalu ia mulai menyodok&nbsp; dan meninjuku&nbsp; berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku,&nbsp; tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku&nbsp; ke&nbsp; dalam&nbsp; perapian.&nbsp; Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata &ldquo;belum !&rdquo;</p>
<p>	Akhirnya&nbsp; ia&nbsp; mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku&nbsp; pikir,&nbsp; selesailah&nbsp; penderitaanku.&nbsp; Oh&nbsp; ternyata&nbsp; belum. Setelah dingin aku diberikan&nbsp; kepada&nbsp; seorang&nbsp; wanita&nbsp; muda&nbsp; dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.</p>
<p>	Wanita&nbsp; itu&nbsp; berkata &ldquo;belum !&rdquo; Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan&nbsp; aku&nbsp; lagi&nbsp; ke&nbsp; perapian&nbsp; yang&nbsp; lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan&nbsp; penyiksaan&nbsp; ini&nbsp; !&nbsp; Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang&nbsp; ini&nbsp; tidak&nbsp; peduli&nbsp; dengan teriakanku.Ia&nbsp; terus membakarku. Setelah puas &ldquo;menyiksaku&rdquo; kini aku dibiarkan dingin.</p>
<p>	Setelah&nbsp; benar-benar&nbsp; dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku&nbsp; dekat&nbsp; kaca.&nbsp; Aku&nbsp; melihat&nbsp; diriku.&nbsp; Aku&nbsp; terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya,&nbsp; karena&nbsp; di&nbsp; hadapanku&nbsp; berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.</p>
<p>
	Dalam kehidupan ini adakalanya kita seperti&nbsp; disuruh berlari, ada kalanya kita seperti digencet permasalahan kehidupan. Tapi sadarlah bahwa lakon-lakon itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita kuat. Hingga cita-cita kita tercapai. Memang pada saat itu tidaklah&nbsp; menyenangkan,&nbsp; sakit,&nbsp; penuh&nbsp; penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah&nbsp; satu-satunya&nbsp; cara&nbsp; untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan.</p>
<p>	Anggaplah&nbsp; sebagai suatu kebahagiaan, apabila Anda jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab&nbsp; Anda tahu bahwa ujian&nbsp; terhadap&nbsp; kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.</p>
<p>	Apabila&nbsp; Anda&nbsp; sedang&nbsp; menghadapi&nbsp; ujian&nbsp; hidup, jangan kecil hati, karena akhir dari apa yang sedang anda hadapi adalah kenyataan bahwa anda lebih baik, dan makin cantik dalam kehidupan ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/2010/07/cangkir-yang-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Begitu Sempurnanya Seorang Istri</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/2010/07/begitu-sempurnanya-seorang-istri/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/2010/07/begitu-sempurnanya-seorang-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 14:13:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oriflame]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[sempurna]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=1736</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah.
	Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut.
	Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
	Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah.
	Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
	Beberapa bulan kemudian, sang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="pernikahan" class="alignleft size-full wp-image-1737" height="250" src="http://www.lienaaifen.com/wp-content/uploads/2010/07/wedding.jpg" title="wedding" width="184" />Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah.<br />
	Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut.<br />
	Suatu acara yang luar biasa mengesankan.</p>
<p>	Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah.<br />
	Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.</p>
<p>	Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya,<span id="more-1736"></span><br />
	&quot;Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan,&quot;<br />
	katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. &quot;Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita.</p>
<p>	Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia&quot;<br />
	Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.</p>
<p>	Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.<br />
	Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. &quot;Aku akan mulai duluan ya&quot;, kata sang istri.<br />
	Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman.</p>
<p>	Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir. &quot;Maaf, apakah aku harus berhenti?&quot; tanyanya.<br />
	&quot;Oh tidak, lanjutkan&quot; jawab suaminya.</p>
<p>	Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja<br />
	dan berkata dengan bahagia &quot;Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu&quot;.</p>
<p>	Dengan suara perlahan suaminya berkata &quot;Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku.<br />
	Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu.<br />
	Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang&quot;</p>
<p>	Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya.<br />
	Bahwa suaminya menerimanya apa adanya, Ia menunduk dan menangis.</p>
<p>	Pesan moral :</p>
<p>	Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.<br />
	Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita? Kita akan menjadi orang yang berbahagia<br />
	jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.</p>
<p>	Cinta tak pernah memandang kekurangan orang yang kita sayangi dan kita cintai.<br />
	Cinta hanya akan membawa kebahagian dan saling berbagi untuk memahami kekurangan masing-masing. mencintai dengan apa adanya.</p>
<p>	Cinta tak pernah menyakiti, yang sebenarnya adalah menambah kedewasaan<br />
	dan cara berpikir kita untuk memandang hidup, sebagai kasih karunia Tuhan yang terbaik.<br />
	Cintailah semua makhluk dengan harapan semua berbahagia </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/2010/07/begitu-sempurnanya-seorang-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Singkatan 7 Hari dalam Seminggu Hidup kita &#8211; be happy :)</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/2010/07/arti-singkatan-7-hari-dalam-seminggu-hidup-kita-be-happy/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/2010/07/arti-singkatan-7-hari-dalam-seminggu-hidup-kita-be-happy/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 13:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[jumat]]></category>
		<category><![CDATA[kamis]]></category>
		<category><![CDATA[minggu]]></category>
		<category><![CDATA[rabu]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu]]></category>
		<category><![CDATA[selasa]]></category>
		<category><![CDATA[senin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=1731</guid>
		<description><![CDATA[Hari adalah sebuah unit waktu yang diperlukan bumi untuk berotasi pada porosnya sendiri. Satu hari terdiri dari siang dan malam. Semua orang pasti punya tujuh hari dalam seminggu. Tapi berapa harikah yang dapat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya? Apa arti hari-hari tersebut untuk kita? Mari kita coba lihat.
	Senin singkatan dari &#8220;Semangat nan indah&#8221;
	Sebagian orang mengharap-harap tibanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="happy day" class="alignleft size-medium wp-image-1732" height="200" src="http://www.lienaaifen.com/wp-content/uploads/2010/07/Happy-Day-300x300.jpg" title="happy day " width="200" />Hari adalah sebuah unit waktu yang diperlukan bumi untuk berotasi pada porosnya sendiri. Satu hari terdiri dari siang dan malam. Semua orang pasti punya tujuh hari dalam seminggu. Tapi berapa harikah yang dapat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya? Apa arti hari-hari tersebut untuk kita? Mari kita coba lihat.</p>
<p>	<strong>Senin singkatan dari &ldquo;Semangat nan indah&rdquo;</strong><br />
	Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali. Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. <span id="more-1731"></span>Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main PlayStation lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak makan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nunggu hari Sabtu lagi yang rasanya masih sangat lamaaaa&hellip; Apapun sikap yang kita pilih, tidak akan merubah hari Senin. Senin tetap datang. Senin tetap harus kita lalui entah kita senang atau tidak. Sikap mana yang akan kita pilih? Memulai hari Senin dengan menggerutu atau memulai hari Senin dengan Semangat Nan indah?</p>
<p>	<strong>Selasa singkatan dari &ldquo;Selalu luar biasa&rdquo;</strong><br />
	Ada orang yang berpendapat bahwa Selasa adalah hari yang biasa saja. tidak ada yang luar biasa. Mengapa begitu??? Mengapa kita tidak membuatnya menjadi hari yang luar biasa? Luar biasa atau tidak, bukan tergantung dari nama hari atau pekerjaan kita. Tapi tergantung dari sikap hati kita.</p>
<p>	<strong>Rabu singkatan dari &ldquo;Rasakan bahagia dalam kalbu&rdquo;</strong><br />
	Apakah kita bersyukur hanya kalau kita mendapatkan sesuatu? Kalau sedang senang dan kita bersyukur, itu sih biasa. Tapi bagaimana kalau kita sedang ada masalah? Apakah kita menggerutu dan marah-marah? Apakah kita bisa mensyukuri setiap kejadian dalam hidup kita? Waktu anak saya masih kecil, dia sering menangis di malam hari. Padahal tiap hari saya harus bekerja. Tapi saya bersyukur bisa bangun di malam hari dan memberikan ASI kepada anak saya. Saya senang ketika di malam hari dia terjaga dan memanggil &ldquo;Mama, Mama&rdquo;. Malah saya sengaja melarang baby sitter untuk bangun di malam hari dan mengurus anak saya. Saya pikir, toh tidak lama dia begitu. Nanti kalau dia sudah besar, dia tidak akan lagi memanggil &ldquo;Mama, Mama&rdquo; ketika terjaga di malam hari. Jadi saya nikmati keadaan itu. Saya syukuri saat-saat tiap malam saya bangun dan menggendong anak saya. Biarlah hati kita selalu dipenuhi rasa syukur. Biarlah kalbu berseri. Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur.</p>
<p>	<strong>Kamis singkatan dari &ldquo;Kami sukses&rdquo;</strong><br />
	Apakah hari Kamis juga hari biasa? Bagaimana kalau kita membuatnya sebagai hari dimana kita sudah lebih sukses? Rasanya kita perlu mengingat kembali pentingnya &ldquo;Berpikir Positif&rdquo;. Bagaimana kalau tiap minggu kita mendapatkan sukses? Bagaimana kalau tiap hari? Apakah mungkin? Tentu saja. Yang perlu dilakukan adalah selalu berpikir positif. Kapan saja, dimana saja, dan siapa saja&#8230; Bila seseorang berkata kepada kita: &ldquo;Wah, enak ya kerja disana?&rdquo; Daripada berkata: &rdquo;Enak apanya? Biasa saja kok&rdquo;, mengapa kita tidak berkata: &ldquo;Amin&rdquo;. Bila seseorang berkata: &ldquo;Pasti kamu banyak uang&rdquo;. Daripada berkata: &ldquo;Ga kok, Siapa bilang banyak uang?&rdquo; Lebih baik kita berkata: &ldquo;Amin&rdquo;. Kalau nanti benar benar banyak uang, siapa yang menikmati? Kita sendiri kan?<br />
	<strong><br />
	Jumat singkatan dari &ldquo;Juga amat hebat&rdquo;</strong><br />
	Seringkali Jumat menjadi hari yang kurang produktif karena sudah mendekati Sabtu, sehingga pikiran sudah ke hari libur. Mengapa menyia-nyiakan satu hari dalam hidup kita? Bagaimana kalau kita menjadikannya hari Jumat yang Juga Amat Hebat? Bagaimana kalau kita menggunakan hari ini untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda? Memeriksa surat masuk? Mengevaluasi hari-hari kemarin? Mengatakan hal-hal indah yang belum sempat dikatakan?</p>
<p>	<strong>Sabtu singkatan dari &ldquo;Saatnya bersatu&rdquo;</strong><br />
	Hari Sabtu bisa menjadi hari yang produktif atau tidak produktif. Semuanya tergantung diri sendiri. Seorang Pengusaha justeru paling produktif di hari Sabtu karena dia bisa memeriksa semua pekerjaan, memantau hasil kerja karyawan, mencari ide baru, dan puluhan kegiatan lain yang sangat bermanfaat. Bahkan dia membuat hari Sabtu sebagai hari dimana dia mendengarkan semua masalah yang dihadapi anak buahnya. Orang tua yang libur dan ingin membina kedekatan dengan anak-anaknya bisa memanfaatkan hari Sabtu untuk bermain bersama, berenang, makan bareng, membersihkan rumah bersama atau jalan-jalan. Daripada hanya duduk dan masing-masing nonton acara tv kesukaannya tanpa adanya komunikasi. Pasangan yang saling mencintai bisa menggunakan hari ini untuk saling mengerti bukan hari untuk bertengkar.</p>
<p>	<strong>Minggu singkatan dari &ldquo;Mari ingat berkah seminggu&rdquo;</strong><br />
	Hari Minggu bisa dijadikan hari bermalas-malas atau bisa juga menjadi hari untuk mengevaluasi diri kita. Untuk mengevaluasi sikap kita. Apa yang telah dilakukan dalam seminggu? Apa yang salah? Apa yang benar? Apa yang dapat kita lakukan lebih baik minggu depan? Apa rencana baru yang perlu dibuat? Bagaimana supaya minggu depan lebih sukses? Bagaimana caranya bekerja lebih baik? Bagaimana caranya agar tidak terlambat masuk kerja? Dan seribu satu kegiatan lain. Dengan demikian hari Senin akan kita nantikan dengan semangat karena kita telah punya rencana yang akan diterapkan. Hari Senin menjadi awal minggu depan yang lebih sukses.<br />
	&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/2010/07/arti-singkatan-7-hari-dalam-seminggu-hidup-kita-be-happy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Never Give Up !!!!</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/2010/07/never-give-up/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/2010/07/never-give-up/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 08:04:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[laba-laba]]></category>
		<category><![CDATA[sarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=1629</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sih yang tidak pernah mengalami kegagalan di dunia ini. Saya yakin 100% semua orang pasti pernah mengalaminya. Kegagalan harusnya mulai kita pandang dari sudut yang berbeda. Kita gagal bukan berarti kita tidak sukses, melainkan kita belum sukses. Kita harus mengalami berbagai kegagalan barulah kita bisa lebih menghargai kesuksesan yang akan diperoleh.
Berikut ini ada sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="sarang_laba_laba" class="size-full wp-image-1632" height="254" src="http://www.lienaaifen.com/wp-content/uploads/2010/07/sarang_laba_laba.jpg" style="width: 254px; height: 254px;" title="sarang_laba_laba" width="254" />Siapa sih yang tidak pernah mengalami kegagalan di dunia ini. Saya yakin 100% semua orang pasti pernah mengalaminya. Kegagalan harusnya mulai kita pandang dari sudut yang berbeda. Kita gagal bukan berarti kita tidak sukses, melainkan kita belum sukses. Kita harus mengalami berbagai kegagalan barulah kita bisa lebih menghargai kesuksesan yang akan diperoleh.</p>
<p>Berikut ini ada sebuah cerita yang saya kutip dari buku salah satu motivator terbaik Indonesia, <em>Andrie Wongso : 18 Wisdom &amp; Success</em>. Semoga cerita ini bermanfaat terutama bagi anda yang merasa dirinya selalu gagal.<span id="more-1629"></span><br />
	Pada suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan, dan frustasi yang menggantung. Dia hanya berjalan dengan langkah gontai ke sana kemari tanpa arti, seperti tak tahu apa yang dilakukannya. Sementara di taman itu banyak orang menikmati keindahan pepohonan yang sesekali diiringi kicauan burung, si pemuda hanya tertunduk lesu. Setelah sekian lama, ia kemudian terduduk di sebuah kursi taman dan menghela napas panjang.</p>
<p>	Saat itu, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya di antara ranting sebatang pohon tempat dia duduk sambil melamun. Dengan perasaan iseng dan kesal, diambilnya sebatang ranting yang jatuh tak jauh dari tempatnya duduk. Seperti hendak melepaskan tak karuan yang melandanya, si pemuda segera mengarahkan ranting terseb ut untuk merusak sarang si laba-laba.Akibatnya, benang-benang sarang dari laba-laba yang sudah seperempat jadi itu pun rusak berantakan.</p>
<p>	Setelah puas dengan kelakuannya, si pemuda memperhatikan ulah si laba-laba. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya? Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain?</p>
<p>	Pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban untuk waktu yang lama. Karena si laba-laba kembali ke tempatnya semula dan mulai mengulangi kegiatan yang sama. Laba-laba merayap-merajut-melompat, dan dengan lincah ia menyusun helai benang yang dipintalnya dengan penuh ketekunan. Semakin lama, semakin lebar dania pun hampir menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya. Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh memperbaiki dan membuat sarang baru, pemuda yang dari tadi memperhatikan ulah laba-laba kembali timbul rasa isengnya. Maka, kembali ranting si pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kali kedua.</p>
<p>	Setelah kembali hancur, pemuda kembali ingin tahu, apa yang akan dilakukan si laba-laba. Ternyata, tak disangka-sangka oleh si pemuda, untuk ketiga kalinya laba-laba mengulangi kegiatannya. Ia kembali memulai dari awal &#8211; dengan bersemangat merayap-merajut-melompat dan menyusun setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya. Dengan tekun laba-laba kembali memintal membuat sarang sedikit demi sedikit.</p>
<p>	Demi melihat dan mengamati ulah laba-laba yang mau membangun sarang yang telah hancur untuk kali ketiga, sang pemuda mendadak sontak tersadarkan. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. Semangat binatang yang begitu kecil, namun giat bekerja tanpa mengenal lelah, menimbulkan perasaan malu pada diri pemuda. Ia seperti mendapatkan pencerahan. Karena sesungguhnya, si pemuda yang tadinya merasa hati dan perasaannya gundah, rupanya baru saja mengalami satu kali kegagalan!</p>
<p>	Karena itu, melihat semangat pantang <layer id="google-toolbar-hilite-2" style="background-color: Fuchsia; color: black;"><layer id="google-toolbar-hilite-2" style="background-color: Fuchsia; color: black;"><layer id="google-toolbar-hilite-2" style="background-color: Fuchsia; color: black;"><layer id="google-toolbar-hilite-2" style="background-color: Fuchsia; color: black;"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255);">menyerah</span></layer></layer></layer></layer> laba-laba, dia pun berjanji dalam hati, &quot;Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi! Berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi setiap kegagalan yang menghadang, seperti semangat laba-laba kecil yang membangun sarangnya kembali dari setiap kehancuran!&quot; Segera, si pemuda bangkit, dan bertekad kuat untuk bekerja lebih giat lagi. Bila perlu, dia akan memulai dari awal lagi, tanpa putus asa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/2010/07/never-give-up/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyesalan</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/2010/06/penyesalan/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/2010/06/penyesalan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 08:05:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[penyesalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=1506</guid>
		<description><![CDATA[Penyesalan memang datangnya selalu terlambat. Kadang kita tidak pernah menyadari betapa berharganya seseorang ketika mereka telah pergi&#8230;.
	
	
Saat kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikan.
	Sebagai balasannya, kamu menangis sepanjang malam.
Saat kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
	Sebagai balasannya, kamu kabur saat dia memanggilmu.
Saat kamu berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="penyesalan" class="size-medium wp-image-1507" src="http://www.lienaaifen.com/wp-content/uploads/2010/06/penyesalan-300x248.jpg" style="width: 264px; height: 219px;" title="penyesalan" /><span style="font-size: 11px;"><span style="font-size: 12px;">Penyesalan memang datangnya selalu terlambat. Kadang kita tidak pernah menyadari betapa berharganya seseorang ketika mereka telah pergi&#8230;.</span></span><span style="font-size: 11px;"><span style="font-size: 12px;"><br />
	</span><em><br />
	</em></span></p>
<p>Saat kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikan.<br />
	Sebagai balasannya, kamu menangis sepanjang malam.</p>
<p>Saat kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.<br />
	Sebagai balasannya, kamu kabur saat dia memanggilmu.<span id="more-1506"></span></p>
<p>Saat kamu berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang. <br />
	Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.</p>
<p>Saat kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.<br />
	Sebagai balasannya kamu coret-coret dinding rumah dan meja makan.</p>
<p>Saat kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian&nbsp; yang mahal dan indah.<br />
	Sebagai balasannya, kamu memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.</p>
<p>Saat kamu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. <br />
	Sebagai balasannya, kamu berteriak &rdquo;NGGAK MAU!!&rdquo;</p>
<p>Saat kamu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.<br />
	Sebagai balasannya, kamu lemparkan bola ke jendela tetangga.</p>
<p>Saat kamu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.<br />
	Sebagai balasannya, kamu tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.</p>
<p>Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus pianomu.<br />
	Sebagai balasannya, kamu sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.</p>
<p>Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.<br />
	Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.</p>
<p>Saat kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan teman-temanmu ke bioskop.<br />
	Sebagai balasannya, kamu minta dia duduk di baris lain</p>
<p>Saat kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.<br />
	Sebagai balasannya, kamu tunggu sampai dia keluar rumah</p>
<p>Saat kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.<br />
	Sebagai balasannya, kamu katakan dia tidak tahu mode.</p>
<p>Saat kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk campingmu selama sebulan liburan<br />
	Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.</p>
<p>Saat kamu berumur 15 tahun, pulang kerja ingin memelukmu.<br />
	Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.</p>
<p>Saat kamu berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.<br />
	Sebagai balasannya, kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.</p>
<p>Saat kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.<br />
	Sebagai balasannya, kamu pakai telepon nonstop semalaman.</p>
<p>Saat kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.<br />
	Sebagai balasannya, kamu berpesta dengan temanmu hingga pagi.</p>
<p>Saat kamu berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.<br />
	Sebagai balasannya, kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kamu tidak malu di depan teman-temanmu.</p>
<p>Saat kamu berumur 20 tahun, dia bertanya, &ldquo;Dari mana saja seharian ini?&rdquo;<br />
	Sebagai balasannya, kamu jawab,&rdquo;Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!&rdquo;</p>
<p>Saat kamu berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.<br />
	Sebagai balasannya, kamu katakan,&rdquo;Aku tidak ingin seperti Ibu.&rdquo;</p>
<p>Saat kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.<br />
	Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kamu bisa ke Bali.</p>
<p>Saat kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1set furniture untuk rumah barumu.<br />
	Sebagai balasannya, kamu ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.</p>
<p>Saat kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan<br />
	Sebagai balasannya, kammu mengeluh,&rdquo;Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?&rdquo;</p>
<p>Saat kamu berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu <br />
	Sebagai balasannya, kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500km.</p>
<p>Saat kamu berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu.<br />
	Sebagai balasannya, kamu katakan padanya,&rdquo;Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!&rdquo;</p>
<p>Saat kamu berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.<br />
	Sebagai balasannya, kamu jawab,&rdquo;Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.&rdquo;.</p>
<p>Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.<br />
	Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.</p>
<p>Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang, <br />
	dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 11px;"><em><br />
	sumber : www.antonhuang.com<br />
	</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/2010/06/penyesalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesempatan Dalam Kehidupan</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/2010/06/kesempatan-dalam-kehidupan/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/2010/06/kesempatan-dalam-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 05:25:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[bibit]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[tunas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=1448</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah ladang yang subur, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terhampar.
Bibit yang pertama berkata, &#8220;Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="tunas_baru" class="alignleft size-full wp-image-1449" src="http://www.lienaaifen.com/wp-content/uploads/2010/06/bibit-tanaman.jpg" style="width: 273px; height: 219px;" title="tunas_baru" />Di sebuah ladang yang subur, terdapat 2 buah <a href="http://www.lienaaifen.com/2010/06/kesempatan-dalam-kehidupan/">bibit tanaman yang terhampar</a>.</p>
<p>Bibit yang pertama berkata, &ldquo;Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.&rdquo;<br />
	<span id="more-1448"></span><br />
	Dan bibit yang pertama inipun tumbuh, makin menjulang.</p>
<p>	Bibit yang kedua bergumam. &ldquo;Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.&rdquo;</p>
<p>	Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.</p>
<p>	Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan memakannya segera.</p>
<p>	***</p>
<p>	Teman, memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.</p>
<p>Sahabat, tiap pilihan selalu ada resiko yang mengiringinya. Namun jangan sampai ketakutan, keraguan dan kebimbangan, menghentikan langkah kita.</p>
<p><strong>&nbsp;&ldquo;Bukalah setiap pintu kesempatan yang datang mengetuk, sebab, siapa tahu, pintu itu tak mengetuk dua kali.&rdquo;<em> (Hilman, Lupus I)</em><br />
	</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 10px;"><em>sumber : www.resensi.net</em><br />
	</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/2010/06/kesempatan-dalam-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Wortel Telur dan Kopi</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/2010/05/kisah-wortel-telur-dan-kopi/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/2010/05/kisah-wortel-telur-dan-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 08:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[telur]]></category>
		<category><![CDATA[wortel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=1098</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
	Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
	Setelah air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.lienaaifen.com/wp-content/uploads/2010/05/kopi1.jpg"><img alt="kisah wortel, telur dan kopi" class="alignleft size-full wp-image-1100" src="http://www.lienaaifen.com/wp-content/uploads/2010/05/kopi1.jpg" style="width: 176px; height: 139px;" title="kisah wortel, telur dan kopi" /></a>Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.</p>
<p>	Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.<span id="more-1098"></span></p>
<p>	Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.</p>
<p>	Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.</p>
<p>	Lalu ia bertanya kepada anaknya, &ldquo;Apa yang kau lihat, nak?&rdquo;&quot;Wortel, telur, dan kopi&rdquo; jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.</p>
<p>	Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, &ldquo;Apa arti semua ini, Ayah?&rdquo;</p>
<p>	Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi &lsquo;kesulitan&rsquo; yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.</p>
<p>	Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.</p>
<p>	&ldquo;Kamu termasuk yang mana?,&rdquo; tanya ayahnya. &ldquo;Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?&rdquo; Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.&rdquo;</p>
<p>	&ldquo;Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.&rdquo;</p>
<p>	&ldquo;Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.&rdquo;</p>
<p>	&ldquo;Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.&rdquo;</p>
<p>	&ldquo;<em><strong>Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri&rdquo; </strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/2010/05/kisah-wortel-telur-dan-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehidupan adalah Perubahan dan Perkembangan</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/2010/05/kehidupan-adalah-perubahan-dan-perkembangan/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/2010/05/kehidupan-adalah-perubahan-dan-perkembangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 06:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[kecebong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=1063</guid>
		<description><![CDATA[Dari sekelompok kecebong yang hidup di selokan kecil, ada yang merasa cemas dengan kondisi lingkungan, populasi yang banyak dan musim kemarau. Ia sering meloncat-loncat ke atas air untuk melihat apakah ada tempat yang lebih besar untuk mempertahankan hidup apabila musim kemarau berkepanjangan. Setelah melihat-lihat, ternyata ada satu selokan yang lebih besar dengan air yang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.lienaaifen.com/wp-content/uploads/2010/05/palms-clock.jpg"><img alt="waktu" class="alignleft size-medium wp-image-1062" src="http://www.lienaaifen.com/wp-content/uploads/2010/05/palms-clock-300x225.jpg" style="width: 211px; height: 158px;" title="waktu" /></a>Dari sekelompok kecebong yang hidup di selokan kecil, ada yang merasa cemas dengan kondisi lingkungan, populasi yang banyak dan musim kemarau. Ia sering meloncat-loncat ke atas air untuk melihat apakah ada tempat yang lebih besar untuk mempertahankan hidup apabila musim kemarau berkepanjangan. Setelah melihat-lihat, ternyata ada satu selokan yang lebih besar dengan air yang lebih banyak, maka ia pun berpikir untuk pindah ke sana.</p>
<p>Ketika mengajak teman-temanya pindah, mereka umumnya menolak. &ldquo;Di sini kan sudah hidup nyaman dan enak, makanan tersedia, teman banyak. Jadi ngapain susah-susah pindah ke tempat baru yang belum tentu lebih baik?!&rdquo;<span id="more-1063"></span></p>
<p>
	Setiap hari ia memperhatikan kedalaman air selokan tempatnya tinggal. Sampai suatu hari ia melihat air selokan sudah semakin menurun. Ia bertekad untuk meloncat ke selokan yang lebih besar di sebelahnya. <strong>&lsquo;Bila tidak mengambil resiko sekarang maka tidak akan ada kesempatan lagi&rsquo;</strong>, begitu pikirnya. Ia sadar karena kecebong memiliki daya loncat terbatas, ia tidak akan bisa lagi melompat ke selokan sebelahnya bila ketinggian air semakin menurun. Maka meloncatlah ia dan selamatlah hidupnya. Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan air di selokan kecil semakin berkurang dan akhirnya habis. Kecebong-kecebong yang tidak mau pindah akhirnya mati kekeringan.</p>
<p>Banyak dari kita yang sudah merasa cukup dan terjebak di <strong><em>comfort zone</em></strong>. Hanya melihat kondisi sekarang, tidak mau berpikir mengenai tantangan dan ancaman yang bakal dihadapi di masa depan. Padahal hal tersebut hanya akan membuat kita terkungkung dan tidak berkembang. Orang yang tidak berkemang sama dengan orang yang hanya menunggu &lsquo;hari-hari kematiannya&rsquo;, karena <strong>kehidupan ditandai dengan perubahan dan perkembangan.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/2010/05/kehidupan-adalah-perubahan-dan-perkembangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 kebiasaan yang membuat hidup menjadi kaya</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/2010/04/7-kebiasaan-yang-membuat-hidup-menjadi-kaya/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/2010/04/7-kebiasaan-yang-membuat-hidup-menjadi-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 08:42:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=901</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali kita berpikir, bagaimana caranya agar kita bisa kaya secara materil dengan waktu cepat, tapi sedikit di antara kita tidak memikirkan arti kaya yang sebenarnya, kebiasaan kita sangat menentukan arah yang akan kita lalui, ini sedikit motivasi untuk kita sekalian yang semoga berguna yang membacanya:
	1. Kebiasaan mengucap syukur
	Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kali kita berpikir, bagaimana caranya agar kita bisa kaya secara materil dengan waktu cepat, tapi sedikit di antara kita tidak memikirkan arti kaya yang sebenarnya, kebiasaan kita sangat menentukan arah yang akan kita lalui, ini sedikit motivasi untuk kita sekalian yang semoga berguna yang membacanya:</p>
<p>	<strong>1. Kebiasaan mengucap syukur</strong></p>
<p>	Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga dalam kesusahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi di seluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah, &ldquo;Aku bersyukur atas cacat-cacat ini, aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku&rdquo;. Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.<span id="more-901"></span></p>
<p>
	<strong>2. Kebiasaan berpikir positif</strong></p>
<p>	Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.</p>
<p>
	<strong>3. Kebiasaan berempati</strong></p>
<p>	Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.</p>
<p>
	<strong>4. Kebiasaan mendahulukan yang penting</strong></p>
<p>	Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.</p>
<p>
	<strong>5. Kebiasaan bertindak</strong></p>
<p>	Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.</p>
<p>
	<strong>6. Kebiasaan menabur benih</strong></p>
<p>	Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih &lsquo;kebaikan&rsquo;. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.</p>
<p>
	<strong>7. Kebiasaan hidup jujur</strong></p>
<p>	Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/2010/04/7-kebiasaan-yang-membuat-hidup-menjadi-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
