Beberapa penelitian menunjukkan, orang yang menarik (entah itu cantik atau langsing) lebih berpeluang diterima bekerja. Namun setelah ia bekerja di perusahaan tersebut, apakah ia mampu bekerja secara produktif, Read more →
Tidak susah membuat bulu mata Anda terlihat tebal dan lentik. Bobbi Brown, makeup artist, penulis sejumlah buku tentang kecantikan, dan pemilik Bobbi Brown Cosmetics, membeberkan cara yang benar dalam menggunakan penjepit bulu mata. Hasilnya, bulu mata tak hanya terlihat lebih cantik, tetapi juga membuat mata terlihat lebih lebar.
Gunakan penjepit bulu mata (sebaiknya yang dari besi) dengan karet pada bagian penjepitnya. Jangan menggunakan penjepit yang terbuat dari busa, karena membuat bulu mata mudah patah. Untuk memaksimalkan pembukaan mata, beli peralatan yang memiliki pelindung untuk seluruh garis bulu mata.
Lakukan pengeritingan sebelum mengaplikasikan maskara, karena jika sebaliknya, bulu mata bisa menempel pada penjepitnya. Akibatnya, bulu mata bisa tercabut atau patah. Mulailah dengan mengangkat kepala Anda, lalu selipkan bulu mata di antara penjepit sedekat mungkin ke pangkal bulu mata. Tekan selama beberapa detik. Sesudah itu pulas maskara selapis atau dua lapis, yang mengandung serat untuk mempertahankan keritingnya.
Baca juga:
Resiko Memakai Bulu Mata Palsu
sumber: kompas.com
Gara-gara kosmetik, pemain serial Desperate Housewives, Dana Delany, dikabarkan menderita peradangan mata. “Memang dengan kosmetik itu bulu mata jadi kelihatan lebih panjang dan indah, tapi akibatnya mataku jadi teriritasi,” ujarnya.
Alat-alat kecantikan tampaknya tidak membahayakan. Padahal, bahan pengawet dan pengharum yang dikandung sering menyebabkan masalah pada kulit. Demikian menurut The National Women’s Health Information Center, di Amerika Serikat.
Perhatikan tips ini untuk penggunaan kosmetik yang aman:
sumber: kompas.com
Kadang wanita tidak percaya diri jika keluar rumah tanpa make up. Untuk itu, simak tips dari pakar yang membantu Anda terlihat lebih cantik dan percaya diri tanpa perlu memulas terlalu banyak produk tata rias ke wajah.
1. Kenakan pakaian berwarna terang
Warna-warna cerah akan membantu membuat kulit Anda terlihat lebih merona dan segar. "Warna seperti merah akan memberi semburat alami nan segar di pipi Anda," kata Kiran Rai, direktur kreatif dari Sir Alistair Rai, salah satu brand pakaian wanita di Amerika Serikat.
2. Hindari dehidrasi pada kulit
Semakin kering kulit Anda, maka semakin tua penampilan Anda. Kembalikan rona di wajah dengan menggunakan pelembab yang mengandung antioksidan dan vitamin C, anjur Misbah Khan, MD, asisten profesor di bidang dermatologi klinis pada Weill Cornell Medical College. "Kedua bahan ini akan membantu membuat kulit jadi lebih sehat dan juga kenyal," katanya. Pakailah pelembab pada saat kondisi kulit Anda masih sedikit lembab, agar efeknya lebih terasa.
3. Lentikkan bulu mata
Tidak perlu kenakan maskara, cukup lengkungkan bulu mata untuk memberi kesan mata lebih lebar dan Anda pun akan semakin percaya diri. Tip dari Tina Turnbow, penata rias selebriti dunia, jangan lupa pastikan bulu mata Anda dalam kondisi bersih, kering, dan bebas dari sisa maskara. Lalu, jepitlah bulu mata dan tahan selama 10 detik. Ulangi apabila diperlukan.
4. Gunakan retinol di malam hari
Jangan langsung tidur seusai beraktivitas. Oleskan pelembab malam mengandung retinol ke kulit Anda, kemudian baru tidur. Sepanjang malam, retinol yang berasal dari vitamin A ini akan membantu kulit memproduksi lebih banyak kolagen dan membuat kerutan jadi lebih samar. Di pagi hari, kulit akan terlihat lebih segar. "Hindari menggunakan retinol di siang hari, karena kandungannya sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari," pesan Dr Khan.
5. Semprotkan facial mist
Jika Anda kurang tidur semalam dan ingin terlihat lebih cerah tanpa bantuan bedak ataupun concealer, coba gunakan facial mist. Semprotkan ke wajah untuk menciptakan kesegaran dalam waktu instan. Jangan lupa untuk selalu membawa facial mist di dalam tas Anda dan gunakan kapan pun Anda merasa lelah dan kulit terasa kering. Ini akan membantu mengembalikan kadar kelembaban, sehingga Anda akan terlihat lebih segar dan lebih muda.
sumber ; kompas.com
Aplikasikan tabir surya 30 menit sebelum terpapar sinar matahari. Hanya dokter kulit yang bisa membersihkan pori-pori secara menyeluruh. Gunakan masker seminggu sekali untuk mendapatkan kulit yang bersinar. "Salah, salah, dan salah," kata Ellen Marmur, MD, kepada divisi dermatologi dan operasi plastik Mount Sinai Medical Center, New York. Dalam bukunya, Simple Skin Beauty, Marmur menjernihkan beberapa miskonsepsi seputar kulit.
1. Hanya facial yang membersihkan pori-pori secara menyeluruh.
Saya benci merusak guilty pleasure Anda, tapi pembersihan pori-pori secara menyeluruh melalui facial adalah sebuah mitos. Meskipun facial sangat memanjakan, perawatan tersebut sesungguhnya benar-benar tidak dibutuhkan. Coba kita ingat kembali rasa sakit selama proses membersihkan pori-pori. Semua orang berpikir tindakan pencungkilan ini ajaib, karena bisa mengangkat komedo dan jerawat. Padahal, yang terjadi hanyalah bentuk manual pengelupasan kulit. Banyak yang tidak pernah memikirkan bahwa pengorekan paksa ini sebenarnya sangat berlebihan, penuh risiko, dan bisa jadi membahayakan. Memberikan tekanan begitu besar pada pori-pori akan membuat minyak dan bakteri jinak melesat jauh ke dasar jaringan kulit. Robekan yang dihasilkan pun dapat menyebabkan efek terbakar pada kulit dan sangat mungkin meninggalkan bekas luka atau kista, khususnya untuk jenis kulit gelap.
2. Memakai foundation dan tabir surya akan melindungi kulit dari sinar UV.
Memang benar, mengaplikasikan make-up yang mengandung SPF lebih baik daripada tidak sama sekali. Namun, akan lebih efektif jika memakai tabir surya untuk wajah. Kita tidak bisa main-main saat berurusan dengan sinar matahari. Lebih baik aplikasikan make-up ber-SPF di atas tabir surya atau pelembab yang Anda pakai sehari-hari. Misalnya, memakai foundation mengandung mineral, seperti titanium dioksida antisinar matahari, memang bagus. Tapi, lebih baik jika kita kembali mengaplikasikan tabir surya beberapa waktu kemudian, sekaligus memperbaiki riasan kita.
3. Untuk mendapatkan kulit cerah, memakai masker di rumah harus menjadi bagian dari ritual kecantikan Anda.
Memakai masker adalah kegiatan yang menyegarkan, apalagi bisa dilakukan sambil bersantai di depan TV. Tapi, kemungkinan hal tersebut terjadi sangatlah tipis. Dengan kondisi Anda sibuk mengurus empat anak misalnya atau jadwal bekerja yang padat. Bahkan, cenderung tidak bisa terwujud. Begitu juga dengan kemungkinan sebuah masker, baik yang melembapkan kulit atau masker tanah liat yang menyerap minyak, bisa membuat kulit jadi cerah dalam jangka waktu panjang. Dapatkah sebuah masker membuat wajah Anda superlembap dan mengunci kadar air di dalamnya? Ya, tapi hanya sampai masker tersebut dibersihkan. Faktanya, masker hanya akan bekerja seperti lip balm pada wajah: lembaran penutup permukaan yang memberikan rasa kencang dan nyaman. Sayangnya, hanya bersifat sementara.
4. Bahan organik atau alami lebih aman untuk kulit.
Produk perawatan wajah organik memiliki efek yang sama dengan bahan sintetis. Artinya, produk tersebut berpotensi membuat iritasi kulit. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa bahan alami pun merupakan senyawa kimia. Misalnya, istilah medis vitamin C adalah asam askorbat. Karena itu jika kita melihat vitamin C pada sebuah label, ketahuilah bahwa secara teknis zat tersebut juga bersifat kimiawi. Minyak esensial dan botanikal seperti tea tree oil, menthol, terutama sitrus (asam sitrat alami), juga dapat mencetuskan reaksi alergi atau iritasi. Begitu pula enzim pepaya dan nanas. Elemen-elemen bersifat asam ini, kadarnya akan lebih kuat dalam bentuk yang asli. Itulah sebabnya sangat penting untuk menguji produk apapun, termasuk yang alami, di bagian lengan dalam, sebelum kita menggunakannya di wajah.
5. Kulit kering, pecah-pecah, dan bersisik bukan disebabkan makanan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menyantap makanan yang kadar lemaknya tinggi dapat meningkatkam produksi sebum kulit Anda. Inilah yang membuat kulit kita lebih berminyak. Karbohidrat dengan indeks glisemik tinggi (seperti pizza dan kue kering) akan meningkatkan kadar gula dalam darah yang kemudian melepaskan insulin dan androgen, hormon yang memberikan sinyal ke kelenjar minyak untuk memecah diri. Penelitian lain menemukan bahwa mengonsumsi produk turunan susu menimbulkan jerawat (barangkali karena memicu testosteron mengaktifkan kelenjar minyak). Jadi, jika kita sudah berusia di atas 35 tahun dan masih mengalami kulit kering, pecah-pecah, serta bersisik, sebaiknya menghindari produk turunan susu maupun makanan yang diproses dengan kandungan gula dan karbohidrat tinggi. Di lain pihak, cokelat tidak terbukti menjadi penyebab jerawat.
6. Jika memakai tabir surya, kita tidak akan mendapatkan vitamin D.
Semua orang tahu, vitamin D membuat tulang lebih kuat, karena meningkatkan penyerapan kalsium. Vitamin ini juga bermanfaat untuk sistem pertahanan tubuh. Jadi, kulit kita harus tereskpos matahari selama lima sampai 15 menit setiap hari. Penggunaan tabir surya tidak akan mencegah kita mendapatkan vitamin D. Penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin D terlalu diberitakan berlebihan. Orang-orang yang harus cemas terhadap kekurangan vitamin D adalah mereka yang harus tinggal di rumah terus-menerus karena sakit atau memiliki masalah dengan penyerapan vitamin D. Jika tidak, sebenarnya Anda harus lebih mencemaskan efek radiasi UV, dibandingkan defisiensi vitamin D.
7. Aplikasikan tabir surya 30 menit sebelum terpapar sinar matahari.
Tabir surya harus dikenakan sebelum terpapar sinar matahari, ini memang benar. Namun, yang menjadi mitos adalah angka 30 menit itu sendiri. Sunblock, khususnya yang berbahan dasar titanium dioksida dan zinc oksida, umumnya bekerja sangat cepat. Cara terbaik untuk membalurkan tabir surya adalah saat kita masih telanjang. Oleskan dalam bentuk titik-titik ke seluruh tubuh, lalu ratakan sebelum memakai busana atau baju renang. Apapun yang Anda kenakan, baju tersebut akan bergeser dan bergerak. Jadi, meskipun tertutup lindungilah setiap senti kulit kita, karena pakaian hanya sanggup menanggung 2-5 SPF.
8. Sering mencuci wajah membuat kulit akan lebih berminyak.
Kulit Anda memiliki mekanisme pertahanan diri secara alamiah dan mengagumkan. Lalu sanggup mempekerjakan sel-sel inflammatory untuk memperbaiki maupun membuat kulit kita nyaman kembali, ketika terluka akibat sengatan sinar matahari atau saat digosok berlebihan. Namun, meningkatkan produksi minyak untuk mengganti yang hilang akibat sering dibersihkan? Tidak ada penelitian yang pernah membuktikan hal tersebut. Kulit kita akan mengalami dehidrasi, bahkan iritasi jika terlalu sering dibersihkan, bukan menghasilkan wajah yang berminyak berlebihan.
9. Lembapkan wajah dengan air, ketika bepergian dengan pesawat agar kulit tidak kering.
Memang benar bahwa lingkungan dengan tingkat kelembapan rendah cenderung mengisap air. Seringkali kadarnya 20 persen lebih rendah, daripada di dalam rumah. Tapi, jika kita menyemprot wajah secara berkala dalam penerbangan yang panjang, air tersebut akan menguap bersamaan dengan pelembap yang ada pada kulit kita sebelum disemprot, dan menjadikan wajah lebih kering dari sebelumnya. Jika kita kerap menggunakan penyemprot wajah, pastikan bahwa airnya mengandung gliserin atau aloe vera. Kedua bahan ini menempel pada kulit dan mengunci kelembapan yang kita percikkan.
sumber : kompas.com