Bagi Anda yang sibuk, waktu 24 jam dalam sehari terasa kurang untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan dan tugas-tugas Anda. Bahkan tak jarang Anda kerap terburu-buru untuk melakukan berbagai hal dan menyelesaikan tugas-tugas Anda.
Waktu merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui dan tidak ada cara untuk mengembalikannya. Setiap menit yang hilang adalah waktu yang sangat berharga. Maka sebaiknya Anda bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan bijak untuk kepentingan Anda dan orang lain. Namun sangat disayangkan masih banyak orang yang sering membuat berbagai kesalahan dalam memanfaatkan dan mengatur waktu dengan baik tanpa disadari.
Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan banyak orang dalam mengatur waktu:
1. Menyimpan semua rencana di kepala.
Salah satu masalah utama yang dialami banyak orang adalah tidak memiliki daftar hal yang harus dilakukan atau to do list. Beberapa orang mengatakan, membuat daftar hal yang dilakukan menghabiskan waktu yang banyak, sehingga bagi mereka lebih baik untuk menyimpan semuanya dalam kepala. Semua hal akan banyak tertinggal, dan tidak terselesaikan jika kita tidak memiliki rencana tertulis. Karena tidak semua otak kita mampu menampung ingatan yang banyak dan terkadang mendadak. Sebuah daftar akan membantu Anda melacak hal-hal penting dan melakukan semua tugas Anda dengan baik dan tepat.
2. Mencoba menyelesaikannya sendiri.
Kebanyakan orang terutama perempuan kadang berpikir untuk menyelesaikan semua hal sendiri. Dengan melakukan seorang diri, Anda menganggap pekerjaan akan lebih cepat selesai. Hal ini tidaklah salah untuk mencoba menjadi mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Namun tak ada salahnya untuk meminta bantuan kepada orang lain untuk bisa membuat pekerjaan Anda selesai lebih cepat. Tak ada salahnya untuk mencoba mempercayai kemampuan orang lain untuk meringankan semua pekerjaan Anda.
3. Menganggap semuanya penting.
Ketika terburu-buru, Anda cenderung menganggap semua hal menjadi penting. Dan jika dalam kenyataannya semua hal ini begitu penting dalam daftar Anda, tetapkanlah prioritas dalam pekerjaan Anda. Untuk menentukan prioritas, berilah batas waktu untuk menyelesaikan tugas ini, dan bagaimana cara menyelesaikannya. Dengan menentukan prioritas pekerjaan, Anda tak membuang-buang waktu.
sumber: kaskus.us
Kartu kredit memang bisa memudahkan aktivitas kita, tetapi bila tidak digunakan secara bijaksana juga akan membuat kita terjerat masalah besar. Pada dasarnya, asal Anda tidak melakukan ke-4 hal berikut, Read more →

Kulit yang bersih, mulus, dan kencang tidak didapat dalam sekejap. Untuk mendapatkannya, Anda harus merawatnya setiap hari. Sayangnya, kebiasaan sehari-hari kita justru jauh dari tujuan itu. Read more →
Menabung mungkin sudah menjadi kebiasaan kita sedari kecil. Namun, pada kenyataannya, kita masih sering melakukan kesalahan saat menabung hingga sekarang. Apa saja kesalahan umum yang sering terjadi mengenai menabung?
1. Menunggu uang sisa
Setelah Anda mendapat gaji, sebaiknya uang tersebut langsung didebet ke rekening tabungan, selebihnya baru Anda belanjakan. Jika Anda menunggu sisa uang, Anda lebih mudah tergoda menghabiskan uang yang bisa disalahartikan sebagai "uang sisa" itu.
2. Hanya punya satu rekening
Dengan hanya memiliki satu rekening, Anda tidak akan tahu berapa uang yang sudah Anda tabung karena tercampur dengan pengeluaran sehari-hari. Lebih parah lagi, Anda tergoda untuk belanja lebih banyak lagi karena merasa masih ada uang. Dengan rekening terpisah, Anda lebih mudah mengendalikan uang tabungan.
3. Menarik uang di awal
Niatnya memang hanya mengambil sedikit, tetapi jika ini dilakukan setiap minggu, lama-kelamaan uang Anda tidak akan beranak pinak Kemungkinan tujuan Anda tidak akan tercapai. Untuk meminimalisasi hal ini, gunakan rekening terpisah dan jangan meminta fasilitas ATM.
sumber: kompas.com
Terapis pernikahan dan coach keuangan, Olivia Mellan, menilai masalah keuangan dalam hubungan berpasangan biasanya dipicu oleh sejumlah keadaan, bahkan perbedaan kepribadian. Sebagai contoh, Read more →
Sah-sah saja untuk mengenalkan anak pada nilai uang. Namun meski niatnya baik, seringkali Anda melakukan berbagai kesalahan ketika mengajarkan anak tentang uang. Bila hal ini tidak juga Anda sadari, bisa-bisa anak pun tak akan mendapat pesan yang ingin Anda sampaikan.
Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan orangtua ketika mengenalkan anak tentang nilai uang:
1. Memberikan contoh yang salah
Mungkin kesalahan ini paling tak disadari ketika melakukannya. Anda mengajarkan kepada anak Anda untuk berhemat dan tidak membelanjakan uang untuk membeli barang yang tak dibutuhkan. Sehingga seringkali Anda melarang anak-anak untuk membeli mainan yang sangat diinginkannya di mall, dengan dalih mereka tidak membutuhkannya. Namun ternyata Anda sendiri asyik belanja-belanja baju, DVD, majalah, atau apa pun yang Anda inginkan. Seharusnya sebagai orang tua, Anda mencontohkan hal tentang pengelolaan uang yang benar tak hanya sebatas ucapan belaka.
"Larangan tanpa contoh yang jelas dari orang tua membuat anak menjadi bingung, karena hal ini bertentangan. Lebih baik jelaskan dengan memberikan contoh yang tepat," ungkap Eileen Gallo, PhD, penulis Silver Spoon Kids: How Successful Parents Raise Responsible Children.
2. Sulit membedakan kebutuhan dan keinginan
Tak ada salahnya jika membeli sesuatu yang memang sangat dibutuhkan. Namun, hal ini berbeda dengan benda yang kita inginkan. Ketika orangtua sulit membedakan mana kebutuhan dan keinginan, maka anak juga tak akan mampu membedakan keduanya. Misalnya, sepatu keluaran desainer yang menjadi favorit Anda sedang didiskon separuh harga. Anda pun "menyerah" dan membelinya. Kekalahan Anda yang akhirnya membuat Anda membeli sepatu tersebut membuat anak Anda tidak akan belajar bagaimana menolak simbol status baru seperti diskon.
"Anak-anak juga perlu belajar bahwa membeli barang yang tak dibutuhkan -meski didiskon- juga sebenarnya juga merupakan pemborosan. Karena sebenarnya uang itu bisa digunakan untuk membeli kebutuhan lainnya," tukas Paul Richard, direktur eksekutif Institute of Consumer Financial Education di San Diego.
3. Selalu menyelamatkan anak dari kesalahan
Ketika belajar mengelola uang, anak-anak pasti sering melakukan kesalahan. Misalnya, ketika diberi uang jajan untuk seminggu, biasanya mereka sulit mengelolanya sehingga belum sampai seminggu uangnya sudah habis. Tak jarang Anda merasa kasihan dengan anak-anak, karena mereka tidak bisa membeli jajan lagi karena uangnya habis. Rasa kasihan ini membuat Anda cenderung menyelamatkannya dari kesalahan, sehingga anak tak belajar dari kesalahannya. Sebaiknya, biarkan anak merasakan susahnya tak bisa jajan karena tak ada lagi uang yang dimilikinya.
"Jika Anda selalu menyelamatkan anak ketika mereka tidak mengelola uang dengan baik, mereka tidak akan belajar tentang cara mengelola uang dan mereka tidak akan merasakan akibat dari kesalahan yang dibuatnya. Hal ini akan menjadi pelajaran penting tentang hidup sesuai kemampuan mereka," ungkap Ann Douglas, penulis buku Family Finace: The Essential Guide for Parents.
4. Menghargai segala sesuatunya dengan uang
Pernahkan Anda mengganjar segala sesuatu yang dilakukan anak-anak dengan uang? Jika ya, berhentilah melakukannya. Jangan pernah memberinya imbalan uang untuk segala sesuatu yang memang harus dilakukannya, misalnya membuat PR. Jangan memberinya upah berupa sejumlah uang ketika ia berhasil mendapatkan nilai yang bagus di kelas, atau setelah membantu Anda melakukan pekerjaan rumah. Jika Anda melakukannya, Anda akan gagal memberikan motivasi yang benar untuk bekerja keras dan belajar maksimal di sekolah. Selain itu, yang diterima anak bukanlah kepuasan yang datang dengan melakukan hal yang terbaik untuk mencapai tujuan, tapi untuk mendapatkan uang yang banyak dari Anda.
5. Menggunakan uang sebagai pengganti waktu dan perhatian
Bekerja seharian untuk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga memang umum dilakukan oleh pria dan wanita karier. Namun, hal ini menyebabkan ketidakseimbangan dalam kehidupan rumah tangga. Bagi Anda yang sibuk, seringkali anak tak mendapat perhatian yang cukup. Untuk mengatasi hal ini, biasanya Anda akan memberikan sejumlah uang dan membiarkan mereka memilih semua hal yang mereka inginkan agar mereka bahagia dan tak merengek meminta perhatian Anda.
Bagi Anda, inilah cara paling praktis untuk menunjukkan rasa peduli, dan sebagai pengganti kebersamaan dengan keluarga. Namun ini salah. Sadarkah Anda bahwa tak ada satu pun di dunia ini -bahkan uang sekalipun- yang lebih besar dan berharga untuk anak Anda dibandingkan dengan cinta dan perhatian Anda?
sumber: kompas.com
Bagi Anda yang awam atau baru belajar tentang fotografi, belanja kamera jadi satu hal yang cukup memusingkan. Seringkali para pemula atau amatir di bidang fotografi menghabiskan banyak waktu di toko bahkan membeli produk yang salah (tidak sesuai kebutuhan) karena kurangnya pengetahuan dan informasi.
Agar mendapatkan kamera digital yang Anda inginkan/butuhkan, hindari kesalahan membeli kamera, yang dikutip dari About ini.
1. Tidak Belajar Istilah Fotografi
Sebelum membeli kamera, sangat penting membekali pengetahuan Anda tentang kosakata atau istilah dalam fotografi. Dengan begitu, Anda bisa mengerti dengan spesifikasi yang dijelaskan staf penjual, dan mencegah terjebak membeli produk yang salah.
Penting juga memikirkan bagaimana Anda akan menggunakan kamera tersebut. Apakah hanya sesekali waktu, digunakan sehari-hari sebagai pekerjaan atau hobi? Menyiapkan daftar rencana penggunaan, akan membantu staf penjual mencarikan tipe kamera yang terbaik sesuai kebutuhan Anda.
2. Terlalu Fokus pada Spesifikasi Kamera, Bukan Tipenya
Saat membandingkan kamera satu dengan lainnya, jangan terlalu fokus pada angka besarnya resolusi dan fitur pembesar objek (zoom). Terlalu fokus pada spesifikasi tertentu akan berujung Anda membeli kamera yang kurang tepat.
Sebagai contoh, kamera dengan resolusi 10.0 megapiksel dengan 8.5 megapiksel sebenarnya tidak memiliki perbedaan ketajaman gambar yang terlalu signifikan. Apalagi bila Anda termasuk fotografer pemula atau orang awam. Begitu juga dengan fitur zoom; 30x gabungan digital zoom dan optical zoom, belum tentu bisa memperbesar objek sekuat kamera dengan 10x optical zoom.
Dibandingkan digital zoom, optical zoom memberikan hasil yang lebih bagus.
3. Tidak Memperkirakan Bujet
Buatlah bujet khusus kamera dan ikuti aturannya. Beberapa fotografer amatir kerap kali menghabiskan uang ekstra untuk alat-alat yang sebenarnya tidak terlalu mereka butuhkan atau tidak mengerti cara menggunakannya.
Jika perencanaan bujet Anda hanya untuk membeli kamera dan tasnya, jangan tergoda untuk membeli tripod, lensa tambahan, atau aksesori lainnya. Anda belum tahu, apakah peralatan itu akan sering digunakan atau tidak. Tetaplah fokus pada fitur dan spesifikasi kamera yang Anda perlukan. Beli perlengkapan tambahan hanya saat Anda benar-benar membutuhkannya.
4. Membeli Kamera dari Merek yang Belum Terpercaya
Merek yang belum terkenal mungkin menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan merek sepsialis kamera. Tapi belum tentu memiliki kualitas yang sama bagusnya. Carilah review merek-merek kamera terbaik melalui diskusi di forum online. Anda juga bisa menanyakan pada kalangan profesional atau ahli di bidang fotografi. Beberapa contoh mereka kamera yang sudah dipercaya kualitasnya antara lain Canon, Nikon, Sony dan Pentax.
5. Tidak Mencoba Sebelum Membeli
Meskipun telah melihat model dan spesifikasi di brosur, tidak berarti Anda bisa langsung membungkusnya dan membawa pulang. Sangat penting untuk mencoba sebelum membayarnya. Ambil beberapa gambar dengan kamera tersebut. Rasakan apakah benar-benar cocok dan nyaman digunakan sesuai yang Anda inginkan.
Beberapa kamera digital berbentuk terlalu tipis dan kecil, membuatnya kurang nyaman dipegang jika Anda memiliki jari-jari dan telapak tangan yang lebar. Mungkin Anda perlu kamera yang lebih besar dan tebal setelah mencoba beberapa tipe.
Tidak hanya ukuran kamera, tapi coba juga tombol on/off maupun pengatur fiturnya. Pastikan setiap fungsi mudah digunakan dan terjangkau jari Anda. Periksa juga berat dan keseimbangannya. Ada baiknya bila saat membeli, Anda mengajak teman yang tahu banyak tentang kamera.
sumber: wolipop.com