Wortel merupakan sayuran yang terkenal bermanfaat untuk penglihatan. Tapi ternyata wortel juga memiliki kemampuan menahan lapar sehingga bisa digunakan untuk menurunkan berat badan.
Wortel diketahui mengandung tinggi serat, vitamin, mineral dan nutrisi penting lainnya. Dalam secangkir wortel mentah cincang mengandung 50 kalori, 1 gram protein, 12 gram karbohidrat, 3,5 gram serat dan tidak ada lemak atau kolesterol.
Kondisi ini membuat wortel menjadi makanan dengan kadar kalori rendah tapi tinggi serat dan banyak mengandung air sehingga baik untuk menurunkan berat badan, seperti dikutip dari Mayoclinic.
Read more →
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Dokter Ida Gunawan, MS SpGK, dalam acara Adidas Women's Day Out yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Four Seasons Hotel, Kuningan, Jakarta, mengatakan, gaya hidup dipengaruhi 4 hal. Keempat hal itu antara lain; kecukupan nutrisi, olahraga teratur, istirahat cukup, dan gaya hidup yang terjaga.
Menurut dr Ida, kebutuhan nutrisi seorang wanita yang aktif tak jauh dari pria. Yang berbeda adalah hal-hal tertentu yang penting dalam hidup wanita, seperti kecantikan dan kebersihan kulit, karenanya, dibutuhkan konsumsi vitamin, mineral yang kaya antioksidan secara teratur.
Mengenai jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan dalam sehari, dr Ida mengatakan, hal tersebut sangat individual, karena dipengaruhi pula oleh usia, berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, jenis pekerjaan, dan lainnya. Namun, secara umum, bisa dihitung dengan rumus:
- Tentukan Berat Badan Ideal (BBI) = (TB – 100) – 10 persen (TB-100)
- Tentukan kebutuhan kalori basal sehari. Untuk perempuan = BBI x 35 KKAL
- Lakukan koreksi terhadap nilai basal. Untuk aktivitas ringan + 10 persen, DST
Distribusikan dalam kebutuhan :
- Karbohidrat = 45-65 persen dari kebutuhan kalori total
- Protein = 12-20 persen kebutuhan kalori total
- Lemak = 35-30 persen kebutuhan kalori total
- Sayuran dan buah-buahan = 5-6 porsi sehari
- Air = 8 gelas per hari
sumber : kompas.com
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Snacking sebaiknya tak dihapus dari jadwal makan harian Anda. Idealnya, dalam sehari, Anda makan enam kali dengan porsi kecil (small dan frequent) sesuai kebutuhan total kalori per hari, yang berbeda bagi setiap individu. Artinya Anda perlu makan utama tiga kali, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam, serta snacking tiga kali di sela waktu makan wajib tadi. Bagi Anda yang menjalani diet untuk menjaga penampilan, snacking juga dibutuhkan asalkan pilihan camilan dan kebutuhan kalori tak melebihi kebutuhan harian.
Snacking tak membuat Anda kelebihan berat badan asalkan pas takaran kalorinya. Idealnya, Anda membutuhkan snacking rendah kalori sekitar 120-150 kkal untuk satu kali santap. Snacking dibagi tiga waktu, 2-3 jam setelah makan utama (setelah sarapan, makan siang, dan setelah makan malam jika waktu tidur lebih malam). Komposisinya 10 persen per setiap waktu, artinya dalam sehari Anda boleh ngemil 30 persen dari total kebutuhan kalori per hari. Jadi, kalau kebutuhan kalori Anda 1500 per hari, dengan komposisi total 30 persen per hari, maka snacking per hari totalnya 450 kkal.
Ahli gizi klinis dr Ida Gunawan, MS, SpGK, menegaskan snacking itu penting, sama pentingnya dengan mengatur pola makan lengkap dan seimbang. "Diet sehat menerapkan pola makan lengkap seimbang, dengan kalori disesuaikan dengan kebutuhan yang berbeda bagi setiap individu, serta makan porsi small and frequent 5-6 kali per hari. Jangan melewatkan waktu makan setiap harinya jika ingin diet sehat, dan jangan terjebak dalam mitos diet yang salah, bahwa diet itu sengsara, tidak boleh makan enak, dan tidak boleh ngemil," jelas dr Ida, saat bincang-bincang " "Happy Healthy Snacking Time" yang diadakan oleh Tango, di Red Pepper, Plaza Indonesia.
Mengapa snacking penting?
Temuan dari salah satu produsen wafer menunjukkan bahwa 50 persen orang Indonesia menikmati waktunya ngemil bersama keluarga dan teman, 37 persen menikmati camilan sendirian, dan 13 persen orang ngemil saat bekerja atau di perjalanan. Snacking sudah menjadi kebiasan, namun jangan lantas menyalahkan camilan jika tubuh mulai gemuk. Menurut dr Ida, tubuh gemuk disebabkan asupan energi melalui makanan dan minuman tak seimbang dengan jumlah energi yang keluar melalui aktivitas harian dan proses alami dalam tubuh.
"Tak seimbangnya energy in dan energy out inilah yang membuat kelebihan energi tersimpan dalam bentuk lemak," lanjutnya.
Untuk mendapatkan tubuh ideal dan menjaga penampilan, fokus utamanya bukan dengan melewatkan waktu makan, kata dr Ida. Ia melanjutkan, jika ingin tubuh ramping (ramping dalam persepsi kecantikan dan penampilan ideal perempuan abad 20-an), fokus utamanya adalah diet dengan menu lengkap seimbang setiap harinya. Artinya, Anda perlu tetap mengasup karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral setiap hari. Perhatikan juga kebutuhan kalori Anda setiap hari. Pastikan asupan kalori yang masuk seimbang dengan kalori keluar setiap harinya.
Anda juga perlu memilih makanan dan camilan dengan kalori rendah agar tak kelebihan kalori setiap kali waktu makan"Snack tak perlu dihindari, karena justru dapat membantu menstabilkan gula darah dan menjaga kesehatan saluran cerna. Karenanya makanlah dalam jumlah kecil namun sering, dan jangan menunda waktu makan. Snack sangat dianjurkan dengan syarat dibuat dalam komposisi seimbang. Bagi orang yang mengabaikan waktu makan atau snacking, justru mereka akan makan dalam jumlah banyak saat waktu makan berikutnya, inilah yang menyebabkan kegemukan pada banyak orang. Dua jam setelah makan besar, gula darah berada dalam titik maksimal dan kemudian turun, lalu tubuh merasa lapar. Nah, saat lapar sebelum waktu makan besar, Anda bisa snacking untuk menjaga gula darah agar kemudian tak membuat Anda menyantap makanan lebih banyak saat jadwal makan berikutnya," jelas dr Ida.
Tubuh punya jamnya sendiri, termasuk dalam menerima dan memproses makanan. Jadi, Anda perlu mematuhi aturan alami tubuh dalam waktu makan dan snacking, jika ingin langsing.
Ketahui juga cara menghitung kebutuhan kalori harian Anda
sumber : kompas.com
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Tubuh kita akan berubah seiring bertambahnya usia. Karena itu, tidak semua makanan yang biasa kita makan di usia remaja atau 20-an, cocok dikonsumsi lagi ketika usia kita 30-an. Ada aturan nutrisi yang disarankan pakar diet yang berlaku untuk rentang 10 tahun. Untuk rentang 10 tahun berikutnya, ada aturan lain yang perlu diterapkan. Berikut adalah aturan diet untuk Anda yang berusia 20-an dan 30-an:
Usia 20-an
Pada rentang usia ini Anda berada pada puncak kesehatan secara fisik. Namun, saat inilah -ketika kita sudah mampu menafkahi diri sendiri dan banyak bergaul dengan teman- Anda mulai menerapkan pola makan yang salah. Misalnya, enggan sarapan, merokok, kekurangan tidur karena begadang di kantor atau di kelab malam, juga mengonsumsi makanan kemasan yang dirasa lebih praktis untuk kehidupan di tempat kos.
Konsumsi: keju
Pada usia 20-an, pertumbuhan tulang secara intensif masih terjadi. Dengan demikian, ini menjadi peluang terakhir untuk membangun tulang baru sebelum proses penipisan mulai terjadi pada usia 30-an.
Untuk itu, konsumsi 700 mg kalsium dalam sehari. Nilai itu sama dengan sekitar 500 ml susu, atau 100 gr keju Cheddar, demikian menurut ahli gizi Dr Sarah Schenker. Hindari mengonsumsi bahan makanan yang mengandung kalsium dengan minuman bersoda, karena asam fosforiknya akan menghambat penyerapan kalsium.
Hindari: koktil
Ada istilah yang disebut alchorexia, yaitu seseorang yang membatasi asupan makanan harian dan menggantikannya dengan kalori ekstra yang didapat dari alkohol. "Alkohol itu mengandung kalori nol, jadi pada akhirnya Anda tidak akan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, dan ini akan terlihat dari kondisi rambut, kuku, dan kulit, yang parah," tutur pakar diet Sian Porter, yang juga juru bicara British Dietetic Association.
Minum alkohol secara berlebihan juga dapat menyebabkan penambahan berat badan secara internal yang tidak dapat Anda lihat, tambah Dr Schenker. Alkohol bisa menyebabkan lemak mendalam yang berbahaya di sekitar organ-organ dalam, dan bisa mengakibatkan penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker.
* Hindari: tren diet selebriti
Banyak selebriti yang mengaku sukses menurunkan berat badan melalui metode diet yang instan. Jangan tertipu dengan metode diet seperti ini, karena bila Anda tak mampu mengendalikannya justru akan membuat berat badan naik. Terapkan kebiasaan baik yang akan berlaku selamanya.
Saat sarapan, pilih menu sehat seperti bubur, telur orak-arik untuk roti panggang, atau buah. "Melewatkan sarapan justru menjadi pemicu pola makan yang tidak sehat," kata Dr Schenker. "Anda hanya akan merasa kelaparan saat tengah hari, ketika pilihan makanan sehat terbatas."
Usia 30-an
Karier Anda mulai mantap, dan Anda mulai harus berbagi peran antara karier dan keluarga. Sempitnya waktu membuat Anda harus selalu bergegas. Mengambil makanan yang praktis, atau menghabiskan makanan anak, membuat Anda jadi kekurangan nutrisi. Di usia ini Anda juga mengalami kekurangan tidur, meskipun penyebabnya lebih karena mengurus keluarga.
Konsumsi: makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah
Jika Anda kelelahan, jangan berusaha mendapatkan dorongan energi dari minuman seperti kopi, teh, atau cola, karena efeknya hanya sementara. Dr Schenker menyarankan pola makan dengan IG rendah (dengan sedikit protein dalam setiap porsinya). Bagaimana ciri makanan yang rendah IG-nya? Yaitu yang paling sedikit kandungan tepung pati dan gula yang mudah dicerna.
Makanan yang memiliki nilai IG rendah di antaranya apel, kentang, makaroni, dan spageti. Untuk camilan, cokelat batangan, dan camilan yang bahan bakunya kedelai dan buah. Sedangkan pilihan dengan IG sedang di antaranya kentang panggang pisang, mangga, cokelat, dan es krim. Sedangkan untuk camilan, wafer cokelat masih aman dikonsumsi.
Konsumsi: asam folat
Perempuan yang sedang merencanakan kehamilan perlu mengonsumsi 400 mcg (0,4 mg) suplemen asam folat setiap hari. Nutrisi ini penting untuk mencegah keguguran dan berkembangnya spina bifida pada janin. "Folat juga penting untuk kesehatan darah, dan beberapa studi juga mengatakan bahwa kekurangan folat bisa meningkatkan risiko kanker payudara, pankreas, dan usus," kata Dr Schenker.
Selain dari suplemen, Anda juga bisa mendapatkan kandungan folat dari makanan seperti buah-buahan dan sayuran, gandum utuh, dan lentil.
Hindari: snack tak sehat
Gaya hidup yang sibuk menimbulkan risiko mengonsumsi cemilan dengan lemak, garam, dan gula yang tinggi. Berat badan cenderung akan bertambah, sementara nutrisi yang diperlukan untuk melindungi diri dari virus tidak didapatkan. Snacking harus dibatasi, dan sebaiknya pilih yang sehat, seperti segenggam kacang, kue oats dengan selai kacang, atau irisan wortel yang dicelup hummus (selai yang biasa dioleskan pada roti pita).
sumber : kompas.com
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Banyak cara dilakukan untuk dapat menurunkan berat badan. Cara satu ini mungkin bisa menarik perhatian Anda yaitu menurunkan berat badan dengan makanan warna-warni. Bagaimana caranya? Read more →
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Pernah dengar istilah 'diet Mediterania'? Banyak yang menyebutkan manfaat dari diet yang diadaptasi dari pola makan warga Eropa ini. Studi terbaru pun membuktikan bahwa jenis diet ini efektif mengurangi ukuran lingkar pinggang, menjaga kadar kolesterol HDL, kadar trigliserida, tekanan darah, dan metabolisme glukosa. Maka itu, mari mengenal lebih jauh jenis diet yang satu ini.
Diet Mediterania adalah pola diet dengan konsumsi asam lemak tak jenuh tunggal yang tinggi, terutama dari buah dan minyak zaitun. Untuk sehari-hari, pelaku diet mediterania memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, sereal gandum, dan produk susu rendah lemak. Untuk mingguan, konsumsi ikan, unggas, kacang-kacangan dan sedikit saja konsumsi daging merah.
Demosthenes Panagiotakos, profesor pada Gizi Biostatistik-Epidemiologi, Departemen Ilmu Diet dan Nutrisi, Harokopio University of Athens, dan Kastorini Christina-Maria yang menganalisis hasil 50 studi tentang diet telah mempelajari sekitar setengah juta partisipan.
"Prevalensi sindrom metabolik meningkat dengan cepat di seluruh dunia, seiring dengan meningkatnya jumlah kasus diabetes dan obesitas yang sekarang dianggap sebagai masalah umum kesehatan masyarakat," kata peneliti utama Panagiotakos.
"Sindrom metabolik juga merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular yang secara langsung atau tidak langsung,yang terkait dengan tekanan pribadi dan sosial-ekonomi. Maka itu, adanya upaya pencegahan dari kondisi ini sangatlah penting," katanya.
Gaya hidup dan pola makan
Diet Mediterania adalah salah satu pola diet yang paling terkenal dan telah terbukti berhubungan dengan penurunan tingkat kematian yang disebabkan penyakit jantung, diabetes tipe 2, obesitas, dan beberapa jenis kanker, menurut para peneliti.
Selain itu, diet Mediterania juga membantu menjaga kerampingan perut, tingkat lipid darah, metabolisme glukosa, dan tekanan darah serta menghindarkan dari risiko perkembangan penyakit jantung dan diabetes.
Kandungan antioksidan dan antiinflamasi dari diet Mediterania secara keseluruhan, serta manfaat dari setiap makanan dalam diet ini, terutama minyak zaitun, buah-buahan dan sayuran, biji-bijian dan ikan, juga memberikan manfaat besar.
"Hasil penelitian kami ini menambah bukti klinis yang ada. Selanjutnya, diperlukan adanya faktor pendukung lain yakni gaya hidup dan pola makan untuk memperbaiki sindrom metabolik," tambahnya. Studi ini diterbitkan dalam edisi 15 Maret 2011 pada Journal of American College of Cardiology.
sumber : yahoo.com
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 4.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Merawat penampilan luar dan menjaga berat tubuh ideal identik dengan dunia perempuan, terutama di perkotaan. Inilah sebabnya mengapa banyak perempuan yang gemar menjalani diet atau berbagai Read more →
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]
Saat sedang mencoba menurunkan berat badan atau melakukan diet, ada satu hal yang mungkin sulit dilakukan yaitu menahan lapar. Tapi ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk menahan lapar saat diet.
Menahan lapar adalah pertempuran berat yang harus dialami oleh banyak orang saat berusaha menurunkan atau mencoba mempertahankan berat badan idealnya. Kelaparan merupakan proses yang kompleks dan melibatkan banyak sistem di tubuh termasuk perut, otak dan usus.
Meski demikian ada beberapa hal yang sudah terbukti bisa mengontrol rasa lapar dan membantu seseorang makan sedikit kalori. Dr Melina Jampolis seorang ahli gizi dari San Fransisco menuturkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat menahan lapar yaitu :
Mengonsumsi kalori padat dibanding kalori cair
Para ahli menuturkan bahwa makanan padat telah terbukti lebih mengenyangkan dibanding makanan cair. Studi yang dilakukan oleh peneliti Dr Barbara Rolls menunjukkan buah apel lebih mengenyangkan dibanding jus apel.
Hal ini karena jika mengonsumsi makanan padat seseorang mengunyah terlebih dahulu yang merupakan proses awal dari pencernaan dan pelepasan enzim yang mulai memicu rasa kenyang. Jadi meskipun buah dan jus apel memiliki kalori yang sama, seseorang akan merasa lebih kenyang jika mengonsumsinya dalam bentuk buah.
Membatasi minuman manis dan juga alkohol
Cobalah untuk membatasi minuman manis dan alkohol karena tidak mengandung kalori sehingga tidak akan membuat seseorang merasa kenyang yang justru bisa memicu ia makan lebih banyak.
Mengonsumsi serat yang larut dalam air
Makanan ini bisa memainkan peran yang sangat penting dalam memberikan perasaan kenyang. Hal ini karena makanan tersebut akan membentuk gel ketika bercampur dengan air di dalam perut yang bisa memperlambat pengosongan makanan dari lambung, memperlambat penyerapan gula darah serta menunda rasa lapar.
Kondisi ini akan memungkinkan makanan lebih banyak kontak dengan dinding usus yang membantu pelepasan hormon rasa kenyang. Sumber serat yang larut dalam air seperti gandum, buncis, apel, strawberi, wortel, ubi jalar, anggur, jeruk, pir dan buah plum.
Mengonsumsi protein
Protein merupakan komponen penting dalam menjaga berat badan dan menimbulkan rasa kenyang. Hal ini karena protein memicu pelepasan hormon rasa kenyang dan dapat membantu menjaga kadar gula darah agar stabil sehingga bisa mengendalikan rasa lapar.
Sumber protein yang bagus seperti unggas tanpa kulit, ikan, daging merah tanpa lemak, susu bebas atau rendah lemak, putih telur dan jika sedang bepergian bisa mengonsumsi protein bar tanpa gula atau lemak.
sumber : detik.com
VN:F [1.9.15_1155]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.15_1155]