LienaAifen |
|
| 021 9107 2208 | |
| 0852 8121 9199 | |
| LienaAifen@yahoo.com | |
| Follow me on twitter | |
| Become My fans on facebook |
Seorang pesenam mengalami retak pada tumitnya sehari sebelum pertandingan Olimpdiade yang akan diikutinya. Dokter mengatakan bahwa dia akan cacat seumur hidup jika memaksakan untuk bertanding.
Sang pesenam sangat sedih mendengarnya. Tapi dengan tekat bulat dia tetap maju berlomba di final keesokan hari. Dia menyakini diri bahwa dia dapat meraih medali emas yang diimpikannya. “Kalau nanti saya harus cacat seumur hidup setelah mendapatkan medali emas besok, tentu saya tak akan menyesal.”
Keesokan harinya berangkatlah dia ke tempat final senam Olimpiade. Tibalah saat bagi dia untuk mempersembahkan loncatan yang gemulai di papan senam dengan tumit yang cedera. Dan ternyata… dia berhasil merebut hati para juri dengan mendapatkan nilai tertinggi! dia mendapatkan medali emas impiannya, tak diingatnya sama sekali luka di tumitnya. Hari itu adalah hari bersejarah yang paling membahagiakan.
Datang kembali ke dokter keesokan hari untuk memeriksa apakah ada perubahan pada tumitnya, dokter tercengang karena keadaannya malah membaik. dia bebas dari vonis cacat seumur hidup.
Sering situasi hidup membelenggu kita. Ketika mengalami sakit atau cidera, seakan-akan hidup sudah berakhir, membuat kita putus saja, merasa tak ada harapan untuk hidup dan tak punya kesempatan melakukan apapun lagi.
Namun di kisah pesenam tadi, kita belajar untuk mengambil resiko atas apa yang kita yakini terbaik. Jangan terpaku dan berkubang pada kesedihan, malah gunakan saat itu untuk menjadi acuan dan batu loncatan bagi kita. Selalu ada kesempatan untuk maju dan berkembang, karena menyerah pada keadaan hanya akan membuat kita semakin menderita.
Tagged cerita, inspirasi, keputusan, motivasi, senam, slider
