LienaAifen |
|
| 021 9107 2208 | |
| 0852 8121 9199 | |
| LienaAifen@yahoo.com | |
| Follow me on twitter | |
| Become My fans on facebook |

Berdasarkan beberapa penelitian ditemukan bahwa persentasi infeksi jamur selama kehamilan cenderung tinggi. Hal ini mungkin dikarenakan selama hamil metabolisme tubuh perempuan tersebut meningkat. Salah satu akibatnya adalah tubuh mengeluarkan lendir yang berlebihan.
"Selama lendir tersebut jernih dan tidak berbau, maka hal ini normal-normal saja. Tapi jika lendir tersebut bau, banyak dan bisa mengganggu aktivitas ibu hamil tersebut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter karena mungkin saja itu akibat infeksi oleh jamur," ujar Dr. dr. Junita Indarti, SpOG (K), Rabu (21/10/2009).
Junita menambahkan bahwa sebenarnya di vagina itu sudah ada spora yang tumbuh dengan normal dan tidak berbahaya. Tapi saat hamil produksi gula cenderung meningkat, akibatnya kadar glikogen menjadi tinggi. Kadar glikogen yang tinggi ini bisa mengubah spora tersebut menjadi hifa, dan hifa inilah yang menyebabkan daerah sekitar vagina menjadi gatal sehinggu memicu timbulnya infeksi jamur.
Selain akibat glikogen, lingkungan sekitar vagina yang lembab juga bisa menjadi pemicu. Hal ini karena pada perempuan yang hamil biasanya mudah sekali berkeringat, terutama jika suhu di luar sangat panas. Jamur yang bisa menyebabkan infeksi di daerah sekitar vagina dikenal dengan nama Candida albicans.
"Jika infeksi masih terjadi saat bayi dilahirkan maka akan berdampak pada bayi itu, salah satunya adalah menyebabkan bayi mengalami sariawan mulut akibat tertelan cairan yang mengandung jamur tersebut," ungkap dokter yang sempat berpraktik di rumah sakit kota Balikpapan ini.
Junita menyarankan beberapa hal yang harus dilakukan oleh ibu hamil agar terhindar dari infeksi jamur saat hamil, yaitu:
sumber www.detik.com
