<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Liena Aifen - berbagi info, tips, motivasi dan bisnis online &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.lienaaifen.com/category/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lienaaifen.com</link>
	<description>Berbagi info, tips, motivasi dan bisnis online dari rumah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 09:37:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Arti Sebuah Waktu</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/motivasi/arti-sebuah-waktu/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/motivasi/arti-sebuah-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 04:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[arti sebuah waktu]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[grid]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[penyesalan]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=8422</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoperasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="Arti Sebuah Waktu" class="alignleft size-medium wp-image-8435" height="171" ilo-full-src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/02/Waktu-300x293.jpg" src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/02/Waktu-300x293.jpg" title="Arti Sebuah Waktu" width="175" />Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoperasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada kedua orang tuanya, tapi keinginannya tersebut di tolak oleh kedua orang tuanya. Mendengar kata kedua orang tuanya yang menolak keinginannya dia pun menangis, tapi tak berapa lama kemudian ibunya datang menghampiri dia. Dan tiba-tiba ibunya bilang &ldquo;Kamu boleh pergi ke kota nak&rdquo;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mendengar perkataan ibunya dia pun tersenyum. Dan pagi harinya dia bersiap-siap untuk pergi ke kota. Di tengah perjalanan yang lama dan melelahkan dia istirahat di sebuah rumah, dan dia pun membayangkan, &rdquo; andai ku bisa membangun rumah mewah dan dapat mengoprasi wajah ku yang biasa menjadi luar biasa ini.&rdquo; Tiba-tiba di tengah-tengah lamunannya datang seorang nenek tua menghampirinya, dan bertanya &ldquo;kenapa nak kamu tersenyum sendiri?&rdquo;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya sedang membayangkan andaikan saja ku bisa sukses di kota dan dapat mengoperasi wajahku ini&rdquo;, kata dia. Dan nenek itu mengeluarkan jam kecil dari kantongnya, kemudian nenek itu berkata &ldquo;Kamu tinggal putar jam itu sesuai dengan putaran jarum jam, bila kamu ingin segera meraih cita-citamu&rdquo;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Baik nek&rdquo;, kata wanita tadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian tak berapa lama dia memutar jam tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan nenek tadi. Dan tiba-tiba dia bisa bekerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. Tapi dia tak puas dengan lamanya waktu yang di perlukan agar bisa mengoperasi wajahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian dia kembali memutar jam tersebut, dan wajahnya pun menjadi cantik. Lagi-lagi dia kurang puas dengan wajahnya, dan kembali dia memutar jam kecil pemberian nenek-nenek yang pernah dia temui sekali lagi. Tapi setelah memutar jamnya dia mendapati wajahnya yang semula cantik jelita menjadi tua dan keriput. Dan dia menyesal dengan keadaan dia sekarang. Kemudian dia kembali menemui nenek-nenek yang memberi dia jam di tempat di mana dia bertemu. Tapi dia tak melihat nenek tersebut karena nenek itu telah lama meninggal. Dia pun hanya bisa menyesal dan menangisi nasibnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apa pesan yang dapat kita ambil dari kejadian wanita tadi?</p>
<ul>
<li>Jadilah diri sendiri karena hanya dengan menjadi diri sendiri kita akan menjadi pribadi yang hidup dengan penuh rasa bahagia, damai, dan mulia.</li>
<li>Raihlah cita-cita dengan penuh pengorbanan, kegigihan, dan kedisiplinan waktu untuk belajar.</li>
<li>Kesuksesan bukan datang dari nasib dan keberuntungan, tapi datang dari kerja keras, ketidak putus asaan dan keyakinan.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semoga bermanfaat <img src='http://www.lienaaifen.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:10px;"><br />
	sumber: resensi.net<br />
	</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/motivasi/arti-sebuah-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mengambil Langkah Pertama</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/motivasi/cara-mengambil-langkah-pertama/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/motivasi/cara-mengambil-langkah-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 01:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[first step]]></category>
		<category><![CDATA[grid]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[langkah pertama]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=8296</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang memiliki kekuatannya masing-masing, tapi apakah semua orang menyadarinya? Tidak. &#160; Semua orang punya mimpi, tapi apakah semua orang sudah berusaha mewujudkannya? Tidak. &#160; Semua orang ingin sukses, tapi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="Cara Mengambil Langkah Pertama" class="alignright size-full wp-image-8310" height="150" ilo-full-src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/02/Langkah-Pertama.jpg" src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/02/Langkah-Pertama.jpg" title="Cara Mengambil Langkah Pertama" width="178" />Semua orang memiliki kekuatannya masing-masing, tapi apakah semua orang menyadarinya? Tidak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua orang punya mimpi, tapi apakah semua orang sudah berusaha mewujudkannya? Tidak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua orang ingin sukses, tapi apakah semua orang sudah mencoba untuk melangkah menuju ke sana? Tidak</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak ada orang yang menyangka Gunung Everest mampu didaki sampai Edmund Hillary melakukannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak ada orang yang menyangka manusia bisa terbang sampai Orville dan Wilbur Wright menemukan alat yang disebut pesawat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua itu berawal dari mimpi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apakah faktor yang paling sering menghalangi seseorang untuk meraih mimpinya? Mengambil langkah pertama. Begitu beratnya mengambil langkah pertama sampai-sampai mereka membuat <em>mental block</em> dengan membatasi sendiri kemampuannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pernyataan seperti:</p>
<ul>
<li>Aku menunggu saat yang tepat untuk mulai melangkah.</li>
<li>Aku menunggu sampai aku sudah memiliki skill yang baik.</li>
<li>Aku tidak tahu harus mulai dari mana.</li>
<li>Aku tidak akan mampu, itu terlalu sulit untukku.</li>
</ul>
<p>
	Adalah contoh-contoh pernyataan yang menghalangi seseorang dalam melangkah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Padahal faktanya adalah:</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Waktu tidak akan pernah tepat karena apabila kamu membiasakan diri untuk selalu menunggu, kamu akan selalu menemukan alasan yang menghalangi kamu untuk melangkah.<br />
		&nbsp;</li>
<li>Skill yang baik didapat justru dapat kita pelajari lebih banyak saat kita melangkah. Seperti kata pepatah, experience is the best teacher. Apakah kamu bisa pintar bermain alat musik hanya dengan membaca buku? Tidak, kan?</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kamu bisa mulai melangkah dengan mencari informasi, melakukan riset dan kemudian mulai menyusun rencana. Ya, langkah terbaik untuk memulai sesuatu adalah merencanakan dan mulai melakukan rencana itu satu per satu. Don&rsquo;t be confused!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Anggapan &lsquo;aku tidak mampu&rsquo; adalah <em>mental block</em> yang harus kamu singkirkan karena berpikir tentang kegagalan akan SANGAT membatasi kreativitasmu. Satu hal yang kamu harus sadari adalah semua orang yang melakukan sesuatu untuk pertama kali pasti akan kesulitan. Tetapi dari kesulitan itulah kamu dapat belajar banyak. Orang yang kesulitan tapi berjuang untuk mengatasinya akan menjadi orang yang kreatif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kesimpulan dari 4 poin di atas adalah, kamu harus mulai melangkah sekarang. Jangan malah terjebak dalam mimpimu sendiri. Bagaimana cara untuk mengambil langkah pertama untuk menggapai mimpimu?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1. Buatlah rencana dan persiapan untuk menggapai mimpimu</strong><br />
	Perencanaan dan persiapan yang baik akan sangat membantu perjalananmu. Apakah kamu mampu mendaki gunung Everest hanya dengan membawa sepotong roti? By failing to prepare, you&rsquo;re preparing to fail.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2. Lakukan sekarang</strong><br />
	Take one step at a time. Walaupun mimpimu sangat besar, lebih baik kamu mewujudkan hal-hal yang kecil terlebih dahulu supaya kamu tidak kewalahan. Karena ini adalah pengalaman pertamamu, kamu pasti akan menemukan banyak kesulitan dan melakukan kesalahan. Belajarlah dari kesalahanmu itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. Lakukan dengan benar</strong><br />
	Setelah kamu mempelajari kesalahanmu, maka kamu harus memperbaikinya dengan melakukannya dengan benar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>4. Lakukan dengan lebih baik lagi</strong><br />
	Ketika kamu mampu melakukan dengan benar, maka langkah berikutnya adalah meningkatkan kualitas dan berinovasi untuk membuat sesuatu yang lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apabila kamu sudah melakukan ke-4 hal di atas, maka kamu baru saja mengambil langkah pertama, langkah selanjutnya pasti akan lebih mudah dan kamu-pun sudah berada di jalur yang tepat menuju kesuksesan. Ingat! Do it first, do it right, do it better.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:10px;"><br />
	sumber: resensi.net<br />
	</span></p>
<p><span style="font-size:10px;"><br />
	</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>
	&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/motivasi/cara-mengambil-langkah-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Anggap Enteng Hal yang Remeh</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/motivasi/jangan-anggap-enteng-hal-yang-remeh/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/motivasi/jangan-anggap-enteng-hal-yang-remeh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 03:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[grid]]></category>
		<category><![CDATA[hal remeh]]></category>
		<category><![CDATA[jangan anggap enteng]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[sepele]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=8268</guid>
		<description><![CDATA[Maling cilik mengatur alur nafas karena capai berlari. Mengamati sebuah mangga di genggamannya, itu baru saja didapat dari kebun, dari sebuah lemparan jitu. Diamati sekali lagi lalu dicampakkan. &#8221;ah, ini ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="Jangan Anggap Enteng Hal yang Remeh" class="alignright size-medium wp-image-8291" height="165" ilo-full-src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/02/Jangan-Anggap-Enteng-Hal-yang-Remeh-300x283.jpg" src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/02/Jangan-Anggap-Enteng-Hal-yang-Remeh-300x283.jpg" title="Jangan Anggap Enteng Hal yang Remeh" width="175" />Maling cilik mengatur alur nafas karena capai berlari. Mengamati sebuah mangga di genggamannya, itu baru saja didapat dari kebun, dari sebuah lemparan jitu. Diamati sekali lagi lalu dicampakkan. &rdquo;ah, ini hanya mangga muda!&rdquo; celotehnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengapa dia dikejar-kejar? Bukan karena dia mengambil mangga muda mentah, tapi lebih karena dia mencuri mangga yang pasti akan masak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Begitupun, mengapa semua tradisi, budaya, agama sangat perhatian terhadap pencurian walaupun yang remeh? Bukan karena pencurian itu merugikan orang lain, tapi lebih karena itu adalah ide awal penjajahan terhadap bangsa lain. Maka anjurkan kebaikan, walaupun remeh. Dan cegah keburukan walau sepele, tentu dengan sikap bijak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mulailah semua kebahagiaan dari kesederhanaan. Dan, Akhirilah setiap kesengsaraan dari ketergesa-gesaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:10px;"><br />
	sumber: resensi.net<br />
	</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>
	&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/motivasi/jangan-anggap-enteng-hal-yang-remeh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teruslah Mencoba</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/motivasi/teruslah-mencoba/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/motivasi/teruslah-mencoba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 00:37:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[grid]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[jangan putus asa]]></category>
		<category><![CDATA[mencoba]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=8267</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kau jatuh saat ingin mengejar sesuatu di depanmu? Pernahkah kau gagal saat mencoba sesutu hal yang orang lain anggap hal itu mudah? Dan pernahkah kau merasa terkucilkan disaat semua ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="Teruslah Mencoba" class="alignright size-full wp-image-8284" height="150" ilo-full-src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/02/Teruslah-Mencoba.jpg" src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/02/Teruslah-Mencoba.jpg" title="Teruslah Mencoba" width="198" />Pernahkah kau jatuh saat ingin mengejar sesuatu di depanmu? Pernahkah kau gagal saat mencoba sesutu hal yang orang lain anggap hal itu mudah? Dan pernahkah kau merasa terkucilkan disaat semua orang tak menghiraukan keadaanmu?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan apa yang kau lakukan setelah itu? Menyerah? Atau bangkit kembali dari hal tersebut?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat kau ingin mengejar sesuatu yang ada di depanmu baik itu abstrak maupun nyata, TERUSLAH KEJAR! Kalaupun ada batu yang banyak dan membuat kau terjatuh tetaplah berjuang untuk terus berlari ke depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat kau gagal mencoba sesuatu hal yang orang lain mengganggapnya hal tersebut mudah, TETAPLAH MENCOBA! Kalaupun ada hinaan dan cacian karena kau tidak bisa melakukannya tetaplah berusaha hingga kau berhasil menciptakan apa yang kau coba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat kau merasa terkucilkan disaat semua orang tak menghiraukanmu, BERPIKIRLAH POSITIF! Kalaupun banyak orang yang mengecewakanmu dan membuatmu terluka tetaplah tersenyum hingga semua orang menyadari bahwa kau begitu berarti bagi mereka</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kenapa kita harus lakukan semua itu? Pentingkah?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Batu yang menjatuhkanmu saat mengejar sesuatu mengajarkan kita bahwa kita perlu teliti dalam melangkah dan belajar dari kesalahan kita saat kita terjatuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gagal saat mencoba sesuatu merupakan hal yang mengajarkan kita untuk pantang menyerah dan menunjukkan kita bahwa kita itu bukannya bodoh melainkan kita menemukan hal penghambat yang orang lain tidak temukan sebagai pembelajaran bagi kita untuk bisa mengatasi kendakla saat mencobanya kembali</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Merasa terkucilakan mungkin merupakan kesalahan dari kita berpandangan terhadap orang lain dan perasaan seperti ini mengajarkan kita untuk berpikir positif bahwa orang2 disekitar kita tetap peduli terhadap kita mungkin cara mereka untuk perduli kurang kita pahami untuk itu disinilah kita perlu belajar mempelajari karakter orang lain</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua hal yang membuat kita putus asa sebenarnya menyimpan pembelajaran yang sangat berharga bagi kita. Bukan lagi saatnya kita menyerah saat keputusasaan menyerang kehidupan kita, namun di saat itulah kita harus bangkit untuk berusaha menyelesaikan itu semua karena semua itu hanya kita yang dapat menyelesaikannya dengan baik. Dan lihatlah sisi baik dari setiap masalah yang ada jangan selalu melihat sisi jelek dari suatu masalah, karena tiap sisi menimbulkan efek yang berbeda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:10px;"><br />
	sumber: resensi.net<br />
	</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/motivasi/teruslah-mencoba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Kiat Menentukan Tujuan Dalam Hidup</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/tips-n-triks/7-kiat-menentukan-tujuan-dalam-hidup/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/tips-n-triks/7-kiat-menentukan-tujuan-dalam-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 00:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips n Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[goal]]></category>
		<category><![CDATA[grid]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[trik]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=8217</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Penyebab utama mengapa seseorang tidak pernah menjadi kaya atau sukses adalah karena ia sendiri tidak memilih atau memiliki target untuk menjadi kaya atau sukses. &#160; &#160; &#160; &#160; Berikut ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><img align="left" alt="7 Kiat Menentukan Tujuan dalam Hidup" class="alignright size-medium wp-image-8225" height="163" ilo-full-src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/01/7-cara-menentukan-Tujuan-dalam-hidup-300x258.jpg" src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/01/7-cara-menentukan-Tujuan-dalam-hidup-300x258.jpg" title="7 Kiat Menentukan Tujuan dalam Hidup" width="190" />Penyebab utama mengapa seseorang tidak pernah menjadi kaya atau sukses adalah karena ia sendiri tidak memilih atau memiliki target untuk menjadi kaya atau sukses.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berikut beberapa langkah yang bisa Anda coba untuk menentukan tujuan dalam hidup Anda:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1. Positif</strong><br />
	Tujuan Anda harus dinyatakan dalam kalimat positif serta dapat diukur dengan pasti. Bahagia, senang, sehat, sukses adalah contoh tujuan yang tidak dapat diukur dengan pasti</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Contoh :<br />
	&quot;Saya ingin bahagia&quot; tidak dapat diukur<br />
	Tanya : &quot;Apa yang membuat Anda Bahagia?&quot;<br />
	Jawab : &quot;Kalau saya mempunyai uang banyak&quot;<br />
	Tanya : &quot;Berapa banyak uang yang Anda inginkan?&quot;<br />
	Jawab : &quot;Sekitar 10.000.000.000&quot;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berarti tujuan Anda harus diubah bukannya &quot;Saya ingin bahagia&quot; tetapi menjadi:<br />
	&quot;Saya ingin memiliki uang sebesar Rp. 10.000.000.000&quot;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2. Context</strong><br />
	Context berbicara tentang kapan, di mana dan dengan siapa Anda menginginkan tujuan Anda menjadi nyata</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Contoh :<br />
	&quot;Saya ingin memiliki uang sebesar Rp. 10.000.000.000&quot;<br />
	Context :<br />
	(Di mana) di Bank BNA<br />
	(Kapan) Bulan Desember 2012<br />
	(Dengan siapa) Anak dan Istri saya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. Evidence</strong><br />
	Anda harus melihat dengan imajinasi Anda dan melibatkan panca indra (melihat, mendengar, merasa) pada saat Anda telah memiliki atau mencapai tujuan Anda dan proses pada saat Anda sementara menuju tujuan Anda. Bagaimana Anda tahu kalau Anda telah mencapai tujuan Anda?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Contoh :<br />
	Saya melihat tabungan saya bertambah sebesar 10.000.000.000<br />
	Saya mendengar istri saya berkata &quot;Pah, uang kita sudah banyak sekarang&quot;<br />
	Saya merasa senang karena bisa memiliki waktu yang banyak untuk bermain-main dengan anak-anak saya<br />
	Bagaimana Anda tahu bahwa Anda sedang menuju ke arah tujuan Anda?<br />
	Ketika saya melihat diri saya menyetorkan uang di Bank</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>4. Self control</strong><br />
	Anda tidak dapat membuat tujuan untuk orang lain karena mereka memiliki kehendak bebas dan Anda tidak dapat mengontrol mereka sepenuhnya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Anda tidak dapat mengatakan :</p>
<ul>
<li>Saya ingin anak saya &#8230;</li>
<li>Saya ingin suami / istri / teman saya &#8230;</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>5. Action</strong><br />
	Ada tiga tindakan yang harus Anda buat untuk membawa Anda sedikit lebih dekat kepada tujuan Anda:</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Apa tindakan yang harus Anda tingkatkan?<br />
		Saya akan meningkatkan kunjungan prospek agar penjualan saya meningkat<br />
		&nbsp;</li>
<li>Kebiasaan apa saja yang harus Anda kurangi agar waktunya bisa untuk hal positif lain?<br />
		Mengurangi waktu online game<br />
		&nbsp;</li>
<li>Langkah awal apa yang akan saya lakukan untuk membawa saya 1 langkah lebih dekat ke tujuan saya?<br />
		Membuat jadwal kunjungan untuk besok dan minggu ini</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>6. Worthwhile</strong><br />
	Anda harus memiliki alasan yang kuat mengapa Anda harus mencapai tujuan Anda</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tanyakan mengapa tujuan Anda penting?<br />
	Tanya : &quot;Mengapa Anda ingin punya uang 10.000.000.000?&quot;<br />
	Jawab : &quot;Karena saya ingin membahagiakan keluarga saya&quot;<br />
	Tanya : &quot; Mengapa itu penting?&quot;<br />
	Jawab : &quot;Karena saya ingin menjadi ayah dan suami yg bertanggung jawab!&quot;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>7. Visual</strong><br />
	Anda harus bisa membayangkan dengan dalam, saat-saat di mana Anda telah memiliki apa yang Anda inginkan. Rasakan perasaan Anda saat itu, dengarkan apa yang ingin Anda dengar dan lihat apa yang ingin Anda lihat. Perbesar gambar yang Anda lihat, perjelas suara yang Anda dengar dan lipatgandakan perasaan yang Anda rasakan 100 kali lipat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Simpan tujuan Anda di dalam pikiran dan hati Anda agar setiap saat ia akan memberitahukan Anda apabila ada tindakan Anda yang menjauhi jalan menuju tujuan Anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kesimpulan:</em></p>
<p>
	Ada dua hal penting dalam membuat tujuan:<br />
	1. Tuliskan di atas kertas yang memungkinkan Anda bisa membacanya berulang-ulang <br />
	2. Tuliskan di dalam pikiran Anda</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:10px;"><br />
	sumber: kaskus.us<br />
	</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/tips-n-triks/7-kiat-menentukan-tujuan-dalam-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Love Your Job, Not Your Office</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/motivasi/love-your-job-not-your-office/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/motivasi/love-your-job-not-your-office/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 04:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[grid]]></category>
		<category><![CDATA[love your job]]></category>
		<category><![CDATA[mencintai pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[obsesi pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=8149</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda bekerja di sebuah perusahaan, maka anda harus berusaha untuk memenuhi target yang harus dicapai perusahaan demi kemajuan perusahaan itu sendiri. Sekali-kali lihatlah apakah kemajuan perusahaan berbanding lurus dengan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="Love Your Job, Not Your Office" class="alignleft size-full wp-image-8155" height="150" ilo-full-src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/01/Love-Your-Job-Not-Your-Office.jpg" src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/01/Love-Your-Job-Not-Your-Office.jpg" title="Love Your Job, Not Your Office" width="203" />Jika anda bekerja di sebuah perusahaan, maka anda harus berusaha untuk memenuhi target yang harus dicapai perusahaan demi kemajuan perusahaan itu sendiri. Sekali-kali lihatlah apakah kemajuan perusahaan berbanding lurus dengan kemajuan diri anda. Kemajuan personal mungkin tak hanya bisa diukur dari seberapa banyak penghargaan yang didapat dari atasan atau seberapa banyak bonus, tapi juga diukur dari kepuasan dan pencapaian pribadi atas karir anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam hati, anda menginginkan pekerjaan yang lebih baik untuk kemajuan diri dan sesuai dengan panggilan hati. Tapi di lingkungan kerja yang sekarang, anda seperti sudah tidak memiliki motivasi yang memacu kinerja dan kreatifitas dalam bekerja. Anda pun jadi seperti robot, selalu mengatakan &rdquo;YA&rdquo; pada atasan, dan bekerja sesuai perintah tanpa memiliki passion. Inilah saatnya untuk berpikir dan mengambil langkah kongkret.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saatnya untuk meninggalkan pekerjaaan yang sekarang and get your dream job! Ada beberapa hal yang seakan menarik anda untuk tetap duduk manis di perusahaan yang sekarang mulai dari godaan gaji besar, fasilitas lengkap, lingkungan kerja yang nyaman, hingga alasan takut tidak bisa mendapat pekerjaan yang lain. Atau mungkin perusahaan anda adalah perusahaan yang popular dan menjadi incaran ribuan jobseeker. Semua ini adalah faktor faktor yang membuat karyawan merasa betah bekerja di sebuah perusahaan. Lalu kemana anda harus melangkah?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Loyal terhadap perusahaan itu baik, namun loyal terhadap cita &ndash; cita pribadi itu yang paling penting. Ini waktunya untuk kembali kepada panggilan hati. Saatnya untuk mengabdi kepada diri sendiri demi kemajuan diri sendiri pula. Jika anda melakukan pekerjaan yang disukai, maka anda pastinya akan mengerjakannya dengan sepenuh hati. Dan Jika anda melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati, maka hal hal positif akan mengikuti dibelakangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bayangkan betapa tersiksanya orang orang yang setiap hari harus bangun pagi, menghabiskan 8 hingga 12 jam sehari untuk melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan pilihan hatinya. Meskipun mereka bekerja di sebuah perusahaan besar yang menjadi idaman banyak orang karena dinilai mampu memberikan gaji besar, namun ia akan merasa tidak melakukan kontribusi bagi dirinya sendiri. Pekerjaanpun akan selalu dianggap sebagai beban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pekerjaan yang ideal adalah pekerjaan yang sesuai dengan passion kita. Dengan mendalami pekerjaan tersebut, siapapun akan lebih maksimal dalam berkarya. Pikiran akan lebih jernih dan tak ada beban keterpaksaan sehingga kita bisa bekerja dengan baik. Betapa senangnya jika bisa menghabiskan waktu untuk berkutat dengan hal hal yang sesuai dengan hati kecil kita karena kebahagiaan yang sebenarnya tidak serta merta ada pada tujuan, melainkan terletak pada proses itu sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/motivasi/love-your-job-not-your-office/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nilai Dibalik Sebuah Kegagalan</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/motivasi/nilai-dibalik-sebuah-kegagalan/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/motivasi/nilai-dibalik-sebuah-kegagalan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 00:13:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[arti]]></category>
		<category><![CDATA[grid]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[kekalahan]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapan diri]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[nilai]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=8088</guid>
		<description><![CDATA[Bagi banyak orang kegagalan adalah sesuatu yg buruk. Apakah betul begitu? Untuk pikiran yang dangkal, hal itu memang betul. Namun apabila kita memikirkannya lebih dalam lagi, kegagalan tidak selamanya merupakan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="Nilai Sebuah Kegagalan" class="alignleft size-medium wp-image-8094" height="185" ilo-full-src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/01/Nilai-Sebuah-Kegagalan-276x300.jpg" src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/01/Nilai-Sebuah-Kegagalan-276x300.jpg" title="Nilai Sebuah Kegagalan" width="170" />Bagi banyak orang kegagalan adalah sesuatu yg buruk. Apakah betul begitu? Untuk pikiran yang dangkal, hal itu memang betul. Namun apabila kita memikirkannya lebih dalam lagi, kegagalan tidak selamanya merupakan bencana. </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bisa jadi, dengan kegagalan Tuhan mengingatkan kita bahwa kapasitas kita belum cukup untuk menerima kesuksesan. Barangkali Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak hal yang harus kita pelajari, yang mana kalau kita sukses padahal kemampuan kita masih dangkal, kita akan terjatuh lebih dalam lagi. </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang ahli investasi dari Amerika bahwa &lsquo;orang bodoh dengan uang banyak adalah suatu fenomena yang sangat menarik&rsquo;. Apakah yang akan terjadi bila orang bodoh tiba-tiba mendapatkan uang banyak? Jelas, dia akan menghabiskannya tanpa perhitungan hanya untuk barang-barang konsumtif dan kembali mengalami kesulitan keuangan karena kemungkinan besar barang-barang konsumtif tersebut akan dia beli dengan cara kredit. </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apakah dia pantas disebut orang kaya? Jelas tidak, orang yang betul-betul kaya tahu betul apa yang akan dia perbuat dengan uangnya dan akan mengembangkannya lebih banyak lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Poin utamanya adalah kesuksesan yang kita terima akan selalu sesuai dengan kapasitas diri kita. Jika kita menerima kesuksesan di luar kapasitas diri, malah kita akan jatuh lebih dalam dan gagal lebih parah. Maka dari itu, jangan terlalu mendramatisir kegagalan. </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bisa jadi dengan kegagalan Tuhan menyelamatkan kita dari kegagalan yang lebih parah. Yang perlu kita fokuskan adalah bagaimana caranya agar kita bisa berkembang secara pribadi untuk layak menjadi orang yang betul-betul sukses sehingga kesuksesan kita bisa bertahan lama dan semakin berkembang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:10px;"><br />
	sumber: resensi.net<br />
	</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/motivasi/nilai-dibalik-sebuah-kegagalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percaya Kemampuan Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/motivasi/percaya-kemampuan-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/motivasi/percaya-kemampuan-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 01:08:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[aku bisa]]></category>
		<category><![CDATA[grid]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>
		<category><![CDATA[percaya kemampuan diri]]></category>
		<category><![CDATA[slider]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=8104</guid>
		<description><![CDATA[Waktu masih kecil, Anda mungkin pernah mendengar kisah adaptasi &#8216;The Little Engine That Could&#8217;? Buku itu bercerita tentang kereta api yang bergerak ke bukit dengan perlahan dan tersendat. Lokomotifnya berkata ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="Percaya Kemampuan Diri Sendiri" class="alignleft size-medium wp-image-8114" height="175" ilo-full-src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/01/Percaya-Kemampuan-Diri-Sendiri-300x300.jpg" src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/01/Percaya-Kemampuan-Diri-Sendiri-300x300.jpg" title="Percaya Kemampuan Diri Sendiri" width="175" />Waktu masih kecil, Anda mungkin pernah mendengar kisah adaptasi &lsquo;The Little Engine That Could&rsquo;? Buku itu bercerita tentang kereta api yang bergerak ke bukit dengan perlahan dan tersendat. Lokomotifnya berkata pada diri sendiri, &ldquo;Aku bisa, aku bisa, aku bisa.&rdquo; Kereta pun terus bergerak perlahan naik hingga tiba di bukit dengan selamat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelajaran sederhana yang dapat diberikan ialah: percayalah pada kemampuan diri sendiri. Seandainya lokomotif itu tidak percaya akan kemampuannya tiba di atas bukit, bisa jadi kisah dalam buku itu berakhir menyedihkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bukan hanya lokomotif itu saja yang dapat mengatakan, &ldquo;Aku bisa, aku bisa, aku bisa&rdquo;, tetapi Anda pun dapat melakukan yang sama. William Arthur Ward, penulis kondang asal Amerika mengatakan, &rdquo;Saya adalah pemenang karena saya berpikir seperti pemenang, bersiap jadi pemenang, dan bekerja serupa pemenang.&rdquo; Ward betul, jika Anda berpikir menjadi seorang pemenang, maka memang benar Anda seorang pemenang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kisah heroik lokomotif itu dalam dunia nyata dibuktikan sendiri oleh Hendrawan, atlet bulutangkis Indonesia. Tahun 1997, Hendrawan dinyatakan sudah habis oleh PBSI. Karena faktor usia dan prestasinya yang menurun, PBSI bermaksud mengeluarkan Hendrawan dari Tim Pelatnas. Tapi Hendrawan punya keyakinan sendiri, bahwa ia percaya kemampuannya dan belumlah habis. Hendrawan masih percaya bahwa ia dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi. Dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi, dan diiringi kerja keras yang tidak lelah, Hendrawan menunjukkan kepada dunia bahwa ia memang mampu meraih prestasi luar biasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hendrawan membuktikan kemampuannya telah sempat dinyatakan sudah habis. Tahun 1998, Hendrawan menjadi penentu kemenangan Tim Thomas Indonesia. Juga ia menjuarai Singapura Terbuka. Kemudian di tahun 2000, Hendrawan kembali menjadi penentu kemenangan Tim Thomas Indonesia. Di tahun itu pula ia mengukir namanya dengan meraih medali perak dalam Olimpiade Sydney. Masih di tahun yang sama, ia menjadi runner up Jepang Terbuka. Dan pada tahun 2001, ia menjadi Juara Dunia Tunggal Putra, sebuah gelar yang menjadi idaman pebulutangkis manapun di dunia. Tahun 2002, ia kembali membawa Indonesia mempertahankan Piala Thomas ke Tanah Air.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Percaya kemampuan diri sendiri tak harus ditunjukkan oleh mereka yang berprofesi sebagai atlet, yang bekerja di kantoran, yang mempunyai stamina fisik yang prima, atau mereka yang masih muda dan memiliki semangat menggebu-gebu. Percaya pada diri sendiri, percaya akan kemampuannya, dapat ditunjukkan oleh siapa pun. Tanpa mengenal pekerjaan, status, umur, dan jenis kelamin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Generasi sekarang mungkin hanya mengenal nama Mak Erot. Seorang tokoh pengobatan khusus laki-laki yang telah tiada. Nama lain yang tak kalah kesohornya yang hampir mirip adalah Mak Eroh. Generasi sekarang mungkin tak mengenal nama ini. Tahun 1988, nama Mak Eroh sempat menyedot publik nasional. Saat itu, semua orang ramai memperbincangkannya . Mak Eroh, waktu itu berumur 50 tahun, perempuan dari Kampung Pasirkadu, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat memang telah mengukir prestasi besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apa yang membuat nama Mak Eroh melambung? Mak Eroh, bergelantungan seorang diri di lereng yang tegak di tebing cadas, di lereng timur laut Gunung Galunggung. Mak Eroh berhasil berjuang sendirian membuat saluran air sepanjang 47 hari. Ketika pertama kali Mak Eroh melakukannya, banyak masyarakat sekitar yang mencibir tindakannya. Tapi hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk terus bekerja. Mak Eroh percaya akan kemampuan nya, walau saat itu usianya boleh dibilang tidak muda. Seorang wanita yang mustinya menikmati hari tuanya dengan menimang atau bermain dengan cucu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mak Eroh yang hanya mengecap pendidikan hingga kelas III SD dan memiliki tiga orang anak, dalam aksinya menggunakan tali areuy, tali sejenis rotan sebagai penahan ketika bergelantungan. Sedangkan alat yang dipakai untuk &lsquo;mengebor&rsquo; tebing cadas hanyalah cangkul dan balincong, serupa linggis pendek.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saluran untuk mengalirkan air dari Sungai Cilutung akhirnya berhasil diselesaikan. Berhentikah tindakan Mak Eroh mengebor tebing cadas? Belum. Dengan semangat yang tak kenal menyerah, Mak Eroh melanjutkan membuat saluran air berikutnya sepanjang 4,5 kilometer mengitari 8 bukit dengan kemiringan 60-90 derajat. Bukan main! Pengerjaannya kali ini dibantu oleh warga desa yang mau membantunya, setelah melihat dengan mata kepala sendiri hasil yang telah dilakukan Mak Eroh. Dalam waktu 2,5 tahun, pekerjaan lanjutan itu terselesaikan dengan baik. Hasilnya? Bukan hanya lahan pertanian sawah Desa Santana Mekar yang terairi sepanjang tahun. Tapi juga dua desa tetangga yang ikut menikmati kucuran air hasil kerja keras Mak Eroh setelah warganya membuat saluran penerus, yaitu Desa Indrajaya dan Sukaratu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aksi Mak Eroh akhirnya sampai juga ketelinga Presiden Suharto. Atas aksinya yang tergolong berani dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar, Mak Eroh mendapat penghargaan Upakarti Lingkungan Hidup pada tahun 1988. Setahun kemudian, dia juga meraih penghargaan lingkungan dari PBB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dua kisah di atas memberi hikmah bahwa sebenarnya kita memiliki kepercayaan diri yang tinggi atas kemampuan yang dimiliki. Seperti yang dikatakan oleh Mary Kay Ash, pengusaha kosmetik sukses asal Amerika, &rdquo;Anda bisa melakukannya jika Anda berpikir demikian, dan jika Anda kira tidak dapat melakukannya, Anda benar.&rdquo; Percaya akan kemampuan diri sendiri. Jadilah lokomotif, dan teruslah bergerak untuk maju.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:10px;"><br />
	sumber: resensi.net<br />
	</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>	&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/motivasi/percaya-kemampuan-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mangkuk Si Pengemis</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/motivasi/mangkuk-si-pengemis/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/motivasi/mangkuk-si-pengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 02:37:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[grid]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[mangkuk pengemis]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[pengemis]]></category>
		<category><![CDATA[terus belajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=8059</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan di suatu tempat di negeri cina, hidup seorang pengemis tua yang sangat sengsara dalam hidupnya. Setiap hari pekerjaanya mengemis dan hasilnya hanya cukup untuk makan dirinya bahkan sering hanya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="Mangkuk si Pengemis" class="alignleft size-medium wp-image-8070" height="175" ilo-full-src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/01/Mangkuk-si-Pengemis-300x300.jpg" src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/01/Mangkuk-si-Pengemis-300x300.jpg" title="Mangkuk si Pengemis" width="175" />Dikisahkan di suatu tempat di negeri cina, hidup seorang pengemis tua yang sangat sengsara dalam hidupnya. Setiap hari pekerjaanya mengemis dan hasilnya hanya cukup untuk makan dirinya bahkan sering hanya makan satu kali dalam sehari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seorang dokter setiap hari melewati pengemis tersebut dan sering memberi uang logam kepada pengemis tua tersebut. Sering terpikir oleh pengemis tua tersebut, alangkah enaknya orang yang hidup berkecukupan apa lagi kaya. Banyak orang yang bisa dia bantu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suatu saat dokter tersebut lewat dan pengemis tua nampak sedang terbaring. Dokter tersebut menghampiri pengemis tersebut. Ternyata pengemis tersebut sudah meninggal dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada hal yang menarik perhatian&nbsp; dokter, yaitu mangkuk yang digunakan oleh pegemis untuk mengemis setiap hari.. karna penasaran dokter tersebut menanyakan kepada ahli arkeologi. Alhasil ternyata mangkok tersebut sudah berumur ratusan tahun dan kalau di jual nilainya miliaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apa yang bisa kita petik dari cerita tersebut? mungkin kita selama ini sibuk mencari peluang di sana sini ternyata peluang ada di depan kita dan kita tidak tahu. Terus belajar adalah kuncinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:10px;">sumber: resensi.net<br />
	</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/motivasi/mangkuk-si-pengemis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Minyak Setengah Botol</title>
		<link>http://www.lienaaifen.com/motivasi/minyak-setengah-botol/</link>
		<comments>http://www.lienaaifen.com/motivasi/minyak-setengah-botol/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 02:19:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liena Aifen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[grid]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[minyak]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[negative thinking]]></category>
		<category><![CDATA[pandangan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[positive thinking]]></category>
		<category><![CDATA[setengah botol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.lienaaifen.com/?p=8018</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan sejumlah uang. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam perjalanan pulang, ia ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="Minyak Setengah Botol" class="alignleft size-medium wp-image-8037" height="186" ilo-full-src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/01/Minyak-Setengah-Botol-266x300.jpg" src="http://www.lienaaifen.com/uploads/2012/01/Minyak-Setengah-Botol-266x300.jpg" title="Minyak Setengah Botol" width="165" />Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan sejumlah uang. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh. </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan menangis, &ldquo;Ooo&hellip; saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!&rdquo; Ia sangat bersedih hati dan tidak bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap pesimis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan sejumlah uang lagi. Kemudian anaknya pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh. </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, &ldquo;Ooo&hellip; ibu saya tadi terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan separuh minyak.&rdquo; Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia. Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan sejumlah uang. Anaknya yang ketiga pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan minyaknya tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan mendatangi ibunya dengan sangat bahagia. Ia berkata, &ldquo;Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak.&rdquo;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis. Ia juga seorang anak yang realistis. Dia memahami bahwa separuh minyak telah tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan. Maka dengan mantap ia berkata pada ibunya, &ldquo;Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja keras sepanjang hari agar bisa mendapatkan sejumlah uang untuk membeli minyak setengah botol yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu.&rdquo;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kita bisa memandang hidup dengan kacamata buram, atau dengan kacamata yang terang. Namun, semua itu tidak bermanfaat jika kita tidak bersikap realistis dan mewujudkannya dalam bentuk ACTION!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:10px;"><br />
	sumber: resensi.net<br />
	</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lienaaifen.com/motivasi/minyak-setengah-botol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: www.lienaaifen.com @ 2012-02-08 20:22:59 -->
