Pada saat hendak menciptakan sapi, Tuhan memberikan pesan kepada sapi :
“Wahai sapi, kau Ku perintahkan untuk turun ke bumi.Tugasmu hanya menolong petani untuk membajak sawah dan selama di bumi kau hanya boleh memakan rumput dari tuanmu. Atas tugasmu ini, Ku beri kau umur untuk hidup selama 50 tahun.”
Namun sapi menjawab :
“Wahai Tuhanku, bolehkah aku meminta agar umurku hanya sampai 20 tahun saja? Aku pikir dengan kehidupanku yang seperti ini aku tak sanggup menjalaninya sampai umur 50 tahun.” baca lebih lanjut…
Pemenang selalu jadi bagian dari jawaban,
Pecundang selalu jadi bagian dari masalah.
Pemenang selalu punya program,
Pecundang selalu punya kambing hitam.
Pemenang selalu berkata, “Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda”,
Pecundang selalu berkata, “Itu bukan pekerjaan saya”.
baca lebih lanjut…
Anda pernah merasa bahwa diri Anda begitu tidak menarik, tidak memiliki kelebihan apapun, atau tidak cukup mampu bersaing dengan orang lain? Seringkali hal ini hanya karena Anda menilai diri Anda terlalu rendah. Padahal, jika Anda tidak berusaha mengenali diri Anda lebih baik, dan tidak segera menerima diri Anda apa adanya, orang lain pun akan sulit menerima diri Anda. Bahkan, mereka akan berpikir yang sebaliknya tentang diri Anda.
Mulailah untuk segera mengubah citra diri Anda. Bukan menjadi sosok yang baru, melainkan diri Anda yang sebenarnya. Berikut cara yang bisa Anda lakukan
baca lebih lanjut…
Orang Jepang memelihara pohon yang lazim disebut Bonsai, pohon ini indah dan dibentuk dengan sempurna walaupun tingginya hanya dalam hitungan sentimeter.
Di California ditemukan pohon raksasa hutan yang bernama Sequoia. Salah satu pohon raksasa ini diberi nama Jenderal Sherman dengan ketinggian mencapai 90 meter seakan menembus langit dan lingkar batang hingga 26 meter. Pohon raksasa ini begitu hebat sehingga jika ditebang akan menghasilkan kayu bangunan yang cukup untuk membuat 35 buah rumah dengan lima kamar.
baca lebih lanjut…
Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong diri kepada sahabatnya. "Lihatlah aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak."
Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.
Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana. Aturannya, siapapun yang dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang.
Besi dan air pun mulai berlomba. Rintangan pertama mereka adalah mereka harus melalui penjaga gua, yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karena kekerasannya, batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.
baca lebih lanjut…
Di suatu hari saat musim gugur, seorang petani melihat seekor burung walet kecil berbaring telentang di tengah ladangnya. Petani itu berhenti mencangkul, dan menghampiri mahkluk kecil bersayap itu, lalu bertanya, “Mengapa kau berbaring dengan kaki ke atas seperti itu ?”
“Aku dengar musim gugur ini akan dahsyat sekali, kata burung-burung disana, langit juga akan gugur dan runtuh seperti daun-daun itu.” baca lebih lanjut…
Sebelum sebatang pohon dapat tumbuh tinggi, terlebih dahulu ia harus menanamkan akarnya jauh ke dalam tanah, demi memperoleh zat gizi. Sama dengan mimpi anda. Bila anda ingin impian berubah menjadi kenyataan, anda harus mencari cara untuk memberi makan dan memelihara mimpi anda.
Sangat tidak realistis untuk berharap bahwa anda dapat mencapai bintang, tanpa terlebih dahulu menanam akar dalam tanah padat. Bermimpi itu gampang – sesuatu yang hidup di alam khayal. Namun mewujudkannya di alam nyata membutuhkan perjuangan keras.
baca lebih lanjut…
Impian akan mengarahkan kita kemana akan melangkah, bagaimana akan berbuat dan bersikap. Dengan impian kita akan tahu dimana titik akhir dari perjuangan. Dan segera setelah mencapai impian itu, kita dapat menggantikannya dengan impian lain yang belum tercapai.
Dalam meraih impian, kita perlu strategi dan peta. Sehingga saat berjalan dan bertemu dengan hambatan, kita dapat memilih untuk melompatinya ataukah memutarinya dan mengambil jalan lain. Tanpa mengubah impian, hanya mengubah arah jalan saja.
baca lebih lanjut…
Ingatlah ketika Anda masih kecil, dan mencoba belajar berjalan. saya yakin Anda mengalami seperti ini:
Pertama Anda harus belajar untuk berdiri. Sebuah proses yang melibatkan seluruh tubuh, jatuh lalu kembali berdiri. Anda kadang tertawa serta tersenyum, tapi dilain waktu anda menangis dan meringis karena sakit. Entah, seperti ada tekad dan keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda akan berhasil, apa pun dan bagaimanapun. Anda punya motivasi dalam diri Anda
Setelah banyak berlatih akhirnya Anda mengerti bagaimana keseimbangan diri Anda, sebuah persyaratan untuk kejenjang berikutnya. Anda menikmatinya dan seolah-olah punya kekuatan baru, punya motivasi baru. Anda akan berdiri dimana Anda suka – di tempat Anda, di sofa, di pangkuan ibu Anda, Bapak anda, atau pun seseorang. Itu adalah waktu yang menggembirakan – Anda melakukannya! Anda dapat mengontrol diri Anda. Anda tersenyum dan tertawa lucu, puas akan keberhasilan Anda. baca lebih lanjut…
Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. baca lebih lanjut…